Ansor Desak Polisi Ungkap Pemesan Berita Provokasi


TUTUYAN, ME : Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Candra Modeong, mendesak pihak kepolisian untuk segera mengungkap siapa oknum dibalik pemesan berita provokasi yang menyeret nama Bupati Boltim, Sehan Landjar, sebagaimana yang diberitakan Radar Bolmong Jumat (21/2) pekan lalu.

 

“Kami mendesak pihak kepolisian untuk segera mengungkap siapa oknum dibalik pemesan berita provokasi yang menyeret nama Bupati Boltim,” tegas Candra di Tutuyan, Minggu (23/2/14).

 

Mantan Pemimpin Redaksi Koran Totabuan ini mengaku, yakin bahwa berita yang dipublis oleh Radar Bolmong merupakan berita pesanan dari oknum tertentu karena pada penutup berita diberi kode bintang.

 

“Kalau pengalaman saya masih bekerja di Tribun Totabuan (Radar Bolmong, Red), kode bintang berarti berita pesanan,” ujar Candra.

 

Menurutnya, jurnalisme mensyaratkan ketatnya penegakan standar tinggi dalam sebuah penulisan berita, sebagaimana diatur dalam Undang-undang tentang Pers, terutama verifikasi berita oleh redaktur sebelum ditayangkan, namun dari aspek jurnalistik apa yang ditulis pewarta Radar Bolmong pasti tidak dapat dipertanggungjawabka­n.

 

“Saya yakin polisi akan independent dalam pengungkapan kasus yang berbau sara ini, tanpa harus diberitahu bagaimana cara pengungkapannya,” kata Panglima Banser Boltim ini.

 

Dia juga berharap agar masyarakat tidak terlalu berlebihan dalam menanggapi pemberitaan Radar Bolmong tersebut karena dalam iven pemilukada sangat mustahil Nabi dan Tuhan akan ikut bertarung.

 

“Berita tersebut adalah pesanan, masyarakat jangan terpancing, apalagi kita akan menghadapi Pemilu legislatif dan Pemekaran Provinsi BMR,” harap Ketua Majelis Pemuda Indonesia DPD KNPI Boltim ini.

 

Selain itu, dia menghimbau agar Aliansi Masyarakat Muslim Bolmong Raya, tidak terpancing dan membuat gaduh keadaan. "Biar tidak berhadapan dengan Banser, karena di Ibukota Tutuyan ªƌ̲α  500 pasukan yang disiagakan," katanya. (Rahman)



Sponsors

Sponsors