Solidaritas Korpri Boltim Bakal 'Duduki' Polres Bolmong
TUTUYAN, ME : Dengan adanya penahanan terhadap beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) terkait kasus pemanfaatan Anggaran Makan dan Minum (MaMi) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolaang Mongondow Timur, mendapat tanggapan beragam dari sejumlah PNS. Tanggapan itu disampaikan oleh beberapa PNS dilingkungan Pemda Boltim Salman Mokoagow dan Ahmat Alhaed.
Menurut keduanya bahwa, selaku PNS yang bernaung dibawa Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) tentunya sangat menghargai menyangkut proses hukum yang sedang berjalan terkait penanganan kasus MaMi, dimana sesudah adanya penahanan terhadap mantan bendahara, saat ini diduga kuat aparat penagak hukum juga telah menahan beberapa oknum PNS masing-masing yakni mantan Sekertris Dewan (Sekwan), Djunaidi Daumpung, mantan Kabag Keuangan, Jemy Golonda dan mantan Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan (PPTK) Syaifudin Umar yang pernah bertugas di Sekretariat DPRD Boltim.
Dengan adanya penahanan kembali terhadap beberapa PNS itu, menurut Mokoagow dan Alhaed bahwa, sebagai bentuk solidaritas selaku PNS, dalam waktu dekat kami yang bernaung dibawa Korpri dilingkungan Pemda Boltim bakal melakukan demo damai untuk mendorong aparat penegak hukum agar jangan hanya sebatas melakukan penahanan terhadap beberapa PNS.
Meskipun pihak aparat penegak hukum sudah melaksanakan kinerja dengan baik, namun kami akan mempertanyakan menyangkut tindak lanjut penahanan terhadap para tersangkah lainnya dalam kasus MaMi yang diduga melibatkan para anggota DPRD Boltim.
"Kami bakal melakukan demo damai untuk mempertanyakan sikap aparat penegak hukum terkait penahanan beberapa tersangka MaMi, karena dinilai proses penahanan terhadap para TSK tersebut diduga ada pilih kasih," ujar Salman.
Ditempat terpisah, Kapolres Bolaang Mongondow AKBP Hizar Siallagan SIK ketika dikonfirmasi mengatakan, penyelidikan ini bertahap mulai dari bendahara, pejabat pengadaan baru penerima, bukan lompat-lompat.
Menyangkut rencana penahanan para tersangkah lainnya menurut Siallagan ada waktunya, jelas Hizar. (Rahman)
Foto: Salah satu solidaritas Korpri Boltim Salman Mokoagow



































