Darwis Sebut Pengumuman Honda K2 Aneh Bin Ajaib


TUTUYAN, ME : Pengumuman kelulusan honorer daerah (Honda) kategori II (K2) yang ikut seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) beberapa waktu lalu, hingga kini belum bisa dipastikan.

 

Bahkan instansi yang membidangi itu, yakni Badan Kepegawaian Diklat Daerah (BKDD) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) belum bisa memastikan kapan kepastian pengumumannya.

 

Hal ini pun membuat para Honda K2 makin penasaran melihat hasil pengumumannya. “Entah kapan kepastiannya. Sudah berulang kali ditunda, sampai saat ini juga belum bisa dipastikan kapan pengumumannya,” ujar sejumlah Honda K2.

 

 

Lanjut mereka, seharusnya Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (KemenPAN RB) memberitahukan alasan penundaan serta kepastian pengumumannya. “Kalau begini terus justru membuat kita lebih penasaran. Atau jangan-jangan ada permainan dibalik penundaan pengumuman ini,” tambah mereka.

 

Menanggapi hal tersebut, kepala BKDD Darwis Lasabuda mengatakan, untuk pengumuman kelulusan, semua kewenangannya KemenPAN RB. BKDD dalam hal ini katanyan hanya bisa menunggu saja. “Bahkan kepala BKN pusat sebagai ketua Panselnas tidak diberi kewenangan dalam pengumuman ini. Informasi diperoleh, pengumuman akan dilaksanakan pada pekan ini juga. Tapi untuk kepastiannya masih menunggu dari pusat lagi,” tutur Darwis.

 

Darwis menyebutkan, pengumuman kelulusan Honda K2 ini sangat jauh berbeda dengan CPNS umum. Ini katanya sangat aneh bin ajaib. “Bupati saja sebagai pejabat pembina kepegawaian didaerah, tidak tahu menahu tentang pengumuman ini. Kalau CPNS umum, sebelum diumumkan, Kemenpan RB menyerahkan hasilnya ke semua sekprov, kemudian sekporv serahan ke masing-masing daerah, setelah itu diumumkan bersamaan, baik melalui website maupun ditempel di BKDD masing-masing daerah.  Tetapi untuk K2 ini tidak demikian, karena KemenPAN ambil alih semuanya, dan dilakukan bertahap, sesuai dengan daerah yang honorer mereka yang sedikit. Seharusnya, bupati mengetahui penetpan kelulusan peserta K2, kemudian ditandatanganinya, setelah itu baru diumumkan. Tetapi ini tidak demikian, akan langsung diumumkan KemenPAN. Soft copynya tidak dikirim lagi ke kita, sepeti pengumuman CPNS umum,” sebut Darwis.

 

Hingga saat ini lanjut Darwis, belum ada pemberitahuan resmi ke pihaknya soal kepastian pengumuman. “Kita terus menunggu perkembangannya,” ujar Darwis.

 

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Medy Lensun berharap, dalam pengumuman nanti, banyak para honorer yang bisa terakomodir. “Mudah-mudahan saja banyak honorer kita yang akan lulus. Sebab sesuai informasi, kuota K2 adalah 30 persen secara nasional dari total peserta. Siapa tahu Boltim lebih dari 100, atau semuanya bisa lulus,” ungkap Medy. (Rahman Igirisa)

 

Foto: Kaban BKDD Boltim, Darwis Lasabuda



Sponsors

Sponsors