Masyarakat Harus Cerdas Memilih Caleg
TUTUYAN, ME : Calon legislatif (Caleg) yang hanya mengandalkan kekuatan financial dalam meraup suara masyarakat, sangat merusak tatanan demokrasi. Sebab tidak bisa menghasilkan wakil rakyat yang diharapkan bisa memperjuangkan aspirasi dan masalah yang terjadi di daerah pemilihannya (Dapil).
"Seharusnya masyarakat sudah memahami jika politik uang akan merugikan masyarakat dalam jangka panjang maupun jangka pendek, karena caleg yang terpilih karena uang, tak akan pernah bertanggung jawab terhadap daerah pemilihannya, karena merasa sudah membeli suara rakyat," ujar tokoh Pemuda Bolaang Mongondow Timur (Boltim), jamal Rahman.
Menurutnya, calon anggota legislatif (Caleg) yang tidak mempunyai modal sosial atau tak punya basis massa serta tak punya jaringan di tengah masyarakat, biasanya hanya mengandalkan financial sebagai senjata ampuhnya. Jelas ini katanya akan merusak system demokrasi ditengah masyarakat.
“Caleg yang demikian mencerminkan seorang yang menggampangkan masalah. Karena itu rakyat harus memahami betul caleg yang akan dipilih, karena pertaruhannya nasib rakyat untuk lima tahun ke depan,” kata Jamal.
Caleg yang harus dipilih lanjut dia, adalah mereka yang memiliki kapasitas dan kapabilitas serta memahami kondisi wilayah ini. “Mereka yang mampu menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai wakil rakyat dan nyambung dengan daerah, dan konstituen yang diwakilinya,” ujar jamal.
Senada dikatakan Junaidi Mamonto. Katanya, sebagai pemilih, masyarakat harus cerdas menetukkan pilihan. “Semoga saja pemilu 2014 ini, bisa menghasilkan 20 wakil rakyat seperti yang kita harapkan, yakni bisa memperjuangakan aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Lanjutnya, yang namanya uang apapun istilahnya yang diberikan caleg dengan meminta untuk dipilih, justru hanya akan merusak moral masyarakat. Karena itu, sebisa mungkin politik uang harus ditolak masyarakat, karena kepentingan jangka panjang lima tahunan itu jauh lebih dan bermanfaat baik daerah dari pada sekadar menerima uang yang nilainya tidak seberapa.
“Semoga masyarakat memahami itu dan tidak terjebak pada kepentingan caleg yang tidak jelas, yang akan malah menyuburkan korupsi,” tutur pria yang berprofesi sebagai pengusaha itu.
Ia juga mengharapkan agar semua caleg yang ada, untuk bisa memberikan pengajaran kepada masyarakat tentang cara berpolitik yang baik. “Karena kesuksesan Pemilu ada ditangan mereka,” tambahnya. Sayangnya, ketua Panwaslu Billy Kawuwung, belum berhasil dimintai tanggapannya. (Rahman Igirisa)
Foto: Jamal Rahman



































