'Bilik Asmara' Korban Banjir Manado Mendesak
MANADO : Kebutuhan biologis suami istri korban banjir di Kota Manado, mulai dipikirkan. Mereka sudah 19 hari mengungsi, hasrat hubungan suami istri pun mulai digunjingkan di sana. Menurut Komandan Distrik Militer (Dandim) Manado, Letnan Kolonel Inf Indarto Kusnohadi, bilik asmara itu sedang dipikirkan pengadaannya.
"Urgensinya tinggi. Mereka 19 hari di pengungsian sehingga perlu dipikirkan kebutuhan biologisnya," kata dia, Selasa, (4/2/2014). Pilihannya antara lain merelokasi secepatnya para korban banjir atau segera membersihkan tempat tinggal mereka. Masalahnya, bagaimana jika tiba-tiba ada banjir lagi.
Indarto menjelaskan, dengan kondisi serba sulit ini, emosi warga yang tinggal di pengungsian sangat mudah tersulut. "Situasi ini bisa menjadi masalah baru apabila tidak dicarikan solusi. Kami sedang pikirkan kebutuhan ini," kata Indarto.
Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut mengaku tengah mencarikan lokasi yang tepat untuk pengungsi yang jumlahnya mencapai 2.211 kepala keluarga tersebut.
Menurut Lumentut, lokasi yang akan dipilih harus mengikuti standar pengungsian yang diberikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Setiap satu kepala keluarga harus punya ruangan khusus seluas 3 x 1 meter.
"Inilah yang memang harus dipikirkan, soal kebutuhan biologis yang sulit direm. Kami harus bergerak cepat," kata Lumentut.(tempo.co)



































