Bersemi 'Bongkar' Kabinet
Pejabat Eselon II Didefinitifkan
Rolling besar-besaran dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Kamis (30/1/2014). Sebanyak 175 pejabat eselon II, III, dan IV serta 27 kepala sekolah (Kepsek) dilantik dan menempati posisi baru.

Dalam rolling tersebut, terdapat 13 pejabat eselon II didefinitifkan,setelah berstatus pelaksana tugas (Plt) sejak September 2013 silam. Sementara 16 pejabat eselon II lainnya, ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt), termasuk 3 diantaranya diperbantukan di Sekretariat Daerah (Setda) alias dinonjobkan. Sementara itu, pejabat eselon III terdapat sebanyak 62 orang yang dilantik, untuk eselon IV sebanyak 84 orang, termasuk 40 diantaranya berstatus Plt. Selain itu, 29 Kepala Sekolah (kepsek) juga dirolling.

Bupati Sehan Landjar mengatakan, mutasi jabatan adalah hal yang biasa. Karena selain meningkatkan kinerja, juga merupakan motivasi dan suasana kerja yang kondusif serta menghindari kejenuhan dalam pemantapan karier seorang PNS. "Rolling ini sudah melalui berbagai pertimbangan dari tim Badan Pertimbangan jabatan dan kepangakatan (Baperjakat)," kata Sehan, saat memberikan sambutan.

Sehan menegaskan, agar pejabat yang baru dilantik bisa menjadi pelayan masyarakat yang handal, serta mampu menjawab tantangan. “Saya ingatkan kepada semua PNS, terutama kepala satuan kerja untuk tidak membuat rekapan daftar hadir PNS atau honor yang tidak sesuai dengan kenyataan. Banyak kali saya dapati absen pegawai yang tidak hadir ditanda tangani orang lain. Kalau saya temukan lagi yang demikian, akan saya beri sanksi," tegas Sehan.

Sehan juga meminta agar setiap kepala satuan kerja bersikap tegas terhadap stafnya masing-masing. “Ketegasan harus dibarengi dengan kemampuan membimbing, dan jangan sekali-kali bersikap seperti bos," kata dia. Lanjut Sehan, dalam rolling tersebut, dirinya bersama wakil bupati memberikan kepercayaan kepada Baperjakat yang diketuai oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Muhammad Assagaf dalam melakukan mutasi jabatan. "Bagi yang belum mendapat jabatan jangan putus asa, tunjukanlah kinerja yang baik kalian. Dan bagi yang mendapatkan jabatan jangan senang, karena kami akan melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja kalian," ujar Sehan.

Sementara itu, sekretaris kabupaten (Sekkab) Muhammad Assagaf mengatakan, alasan pihaknya menunjuk sejumlah pejabat sebagai Plt adalah untuk memberikan ruang kepada pejabat tersebut agar bekerja secara maksimal. “Yang berstatus Plt harus termotivasi, dan menunjukkan kinerja yang baik, sehingga bisa segera didefinitifkan,” kata Assagaf, ketika dikonformasi soal penunjukkan Plt, disela-selah rolling tersebut.

Meski baru bersatus Plt lanjut Assagaf, tidak akan mengganggu kinerja para kepala satuan kerja. “Saya yakin tidak berpengaruh pada kinerja mereka. Bukti, yang baru saja terjadi, sebanyak 27 pejabat berstatus Plt. Untuk pendefinitifan tergantung dari kinerja mereka. Jika baik pasti akan didefinitifkan," katanya.

Assagaf menambahakan, kedepan pihaknya tidak akan banyak melakukan rolling. Sebab katanya, akan berdampak pada laporan keuangan. “Apalagi target kita saat ini adalah Wajar Tanpa pengecualian (WTP). Untuk itu saya minta kepada teman-teman satuan kerja agar meningkatkan kedisiplinan dan profesionalisme dalam bekerja. Sehingga target bersama kita bisa diraih,” tambah Assagaf.

Rooling tersebut disaksikan, Wakil Bupati (Wabup) Medy Lensun, Ketua Dewan Kabupaten (Dekab) Sumardia Modeong bersama sejumlah anggotanya, serta ratusan PNS. (Rahman Igirisa)



































