Tamudia: Bila Para Korban Tidak Ditemukan, Akan Dilaksanakan Ibadah Dilokasi Bencana
Hari Kelima, 29 Warga Sitaro belum Ditemukan
MANADO: Tim Gabungan SAR dan Satuan Pol Airut Polres Sangihe, belum menemukan 29 warga Desa Nameng, Kecamatan Siau Barat Utara, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut), dalam upaya pencarian di hari kelima.
"Pencarain korban akan dilakukan hingga Jumat (31/1/2014). Ini tentu dikoordinasikan dengan pemerintah dan aparat kampung dimana para korban tinggal," kata Koordinator Tim Pencarian Korban Hilang, Djibton Tamudia, Rabu (29/1/2014).
Menurut Tamudia, dalam waktu dua hari kedepan Tim gabungan akan berupaya melakukan penarikan tumpukan material di bawah laut, seperti batu-batuan yang terbawah banjir bandang dari atas bukit.
"Kami sudah berkoordinasi juga dengan para penyelam melakukan hal itu. Ya, tentu diharapkan upaya ini bisa membuahkan hasil," katanya.
Namun lanjut Tamudia, bila para korban tidak ditemukan lagi, maka dilokasi bencana akan dilaksanakan ibadah. Kegiatan ini sudah dikonsultasikan dengan aparat kampung dan Ketua Jemaat (tokoh Agama) setempat.
Sementara itu, Kepala Sat Pol Airut Polres Sangihe, Iptu Jhon Kantale, mengatakan, sewaktu tim melakukan penyelaman di lokasi bencana hanya menemukan timbunan material batu dan batang pohon di dasar laut.
29 warga Desa Nameng itu diduga terseret dan tertimbun material batu dan pohon ke dasar laut, saat banjir bandang dan tanah longsor dari atas bukit menghantam perahu yang mereka tumpangi.(mtv)



































