Sultra Bantu Sulut Rp 500 Juta
MANADO, ME : Bencana banjir Bandang dan tanah longsong yang melanda Sulawesi Utara (Sulut) dua pekan silam, mendapatkan perhatian dari masyarakat Indonesia. Selasa (28/1/2014) kemarin, pemerintah dan masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra), melalui Wagub Sultra H.M Lasata menyerahkan bantuan tanggap darurat untuk korban bencana di Sulut sejumlah Rp 500 Juta.
“Masyarakat dan pemerintah Sultra merasa prihatin atas peristiwa yang melanda warga Sulut. Musibah banjir bandang dan tanah longsor itu mengakibatkan daerah sulut mengalami kerugian yang sangat besar. Karena itu sebagai sesama warga Sulawesi kami membantu untuk meringankan beban penderitaan dari korban bencana ini. mudah-mudahan bantuan ini akan bermanfaatkan besar bagi rekonstruksi bencana alam di Sulut,” ungkap Lasata.
Sementara itu Wagub Djouhari Kansil yang menerima langsung bantuan tersebut mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian dari masyarakat dan pemerintah Sultra yang telah datang untuk membawa langsung bantuan tersebut.
“Saya atas nama pemerintah dan masyarakat sulawesi utara mengucapkan terima kasih atas perhatian dan semua bantuan yang telah diberikan. Bencana ini memang merupakan pukulan yang berat bagi kami,“ ujar Kansil.
Selain itu dia menjelaskan, akibat bencana ini Sulut mengalami kerugian mencapai Rp. 1.871 Triliun karena berbagai sarana prasarana baik pemerintah maupun masyarakat rusak berat akibat dihantam bencana tersebut. Jumlah warga yang terdampag mencapai 107 jiwa, warga yang mengungsi 15 ribu jiwa, sedangkan jumlah daerah yang mengalami bencana yaitu manado, tomohon ,minahasa, minut, sangihe dan sitaro. Yang terbesar mengalami bencana yaitu manado hampir 75 persen ibu kota provinsi ini porak porandan akibat diterjang bencana banjir bandang.
Kabag Humas Pemprov Judisthira Siwu mengatakan, sebelumnya Gubernur Sulawesi Barat juga telah menyerahkan bantuan sejumlah Rp. 500 juta dan Gubernur Gorontalo telah membantu bantuan berupa sandang pangan yang diterima Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang, Minggu malam di kediamannya bumi beringin manado. (Jeksen Kewas)



































