Korban Banjir: Puji Tuhan, Matahari Bersinar Terik


MANADO : Setelah selama dua pekan matahari nyaris tidak pernah terlihat di langit Manado, hari ini, Selasa (28/1/2014) cuaca Manado sangat cerah. "Puji Tuhan sudah cerah. Matahari bersinar terik, waktunya menjemur pakaian. Ini sudah basah sejak banjir lalu," ujar Maria, warga Sario. 

 

Memang sejak diterjang banjir bandang pada Rabu (15/1/2014) dua pekan lalu, hujan terus turun di wilayah Manado dan sekitarnya. Warga yang menjadi korban banjir mengeluh karena tidak bisa menjemur pakaian mereka yang masih selamat dari terjangan banjir bandang itu.

 

Dibeberapa lokasi yang terkena banjir, warga nampak bersemangat membersihkan rumah dan lingkungan mereka. Di Desa Tateli Satu, Kecamatan Mandolang, Minahasa, ratusan warga turun ke jalan mengangkat sisa endapan lumpur.

 

Suasana terlihat semakin ramai, saat ratusan warga lainnya dari daerah Minahasa ikut datang membantu. "Semoga cuaca sudah membaik terus agar kami bisa segera memulihkan kondisi yang rusak," ungkap Hana, warga Tateli.

 

Senin (27/1/2014) kemarin, cuaca sempat cerah, tetapi tidak bertahan lama. Awan tebal dan hitam terus menggantung di langit Manado disertai hujan ringan.

 

Curah hujan yang sangat tinggi pada 15 Januari lalu, membuat Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano dan DAS Sawangan serta tujuh sungai yang mengalir di Manado meluap.  Akibatnya ratusan rumah hanyut, ribuan lainnya rusak. Lima warga Manado tewas dan menimbulkan kerusakan infrastruktur lainnya.(kpc)

 

Foto : Ilustrasi cuaca cerah.

 



Sponsors

Sponsors