Dinkes Tarik MMC Tanpa Sepengetahuan Bupati


TUTUYAN, ME : Penarikan tim Medical Mobile Center (MMC) milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dari lokasi bencana banjir di Manado tanpa sepengetahuan Bupati.

 

Bupati Boltim Sehan Landjar melalui Kepala Bagian Hubungan masyarakat dan protokoler, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boltim, Uyun Pangalima menegaskan penarikan tim MMC yang melakukan pengobatan gratis terhadap korban bencana Manado bukanlah perintah Bupati. "Bupati jelas sudah perintahkan selama 2 minggu disana," ujar Uyun kepada sejumlah wartawan, Jumat (24/1/2014).

 

Uyun mengatakan Bupati belum mengetahui penarikan tim yang diberi tugas mulia membantu korban bencana secara gratis tersebut. Dia menuturkan jika alasan tak ada dana untuk biaya makan bukanlah alasan yang tepat. "Tidak mungkin Bupati harus menyediakan makanan untuk mereka di sana. Masa kepala dinas tidak kreatif," tutur Uyun.

 

Seharusnya Bupati harus mengetahui terlebih dahulu. Sehingga bisa saja kepala tim tersebut akan dipanggil untuk dimintai laporan terkait kinerja selama di lokasi pengobatan. "Kepala tim itu akan dipanggil, akan dievaluasi terkait laporan dinas," tuturnya.

 

Sekali lagi dia meyakinkan bahwa penarikan tim kesehatan tersebut bukan perintah Bupati. Jika mungkin mengetahui pun, dengan niat tulus dan mulianya. Justru waktu kerja akan diperpanjang. "Belum tahu jelas alasan mereka kembali, kami belum tahu. Bisa saja sudah melaporkan ke Bupati saat ini," jelasnya.

 

Asisten III Pemkab Boltim, Djainuddin Mokoginta mengatakan masalah dana yang membuat tim tersebut kembali ke Boltim. Dia meyakinkan usaha dan bantuan pemda Boltim sudah cukup, apalagi bukan di wilayah Boltim. Sehingga 3 hari sudah cukup dengan banyak warga yang dibantu. "Saya kira sudah cukup, apalagi hampir seribu warga yang dibantu diobati," kata Djainuddin.

 

Dia mengakui penarikan tersebut bukan perintah Bupati Boltim. Namun sudah dikoordinasikan dengan mereka.

 

Sebelumnya,  Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Boltim, Saida Potabuga mengakui penarikan tersebut terpaksa dilakukan karena masalah dana. Tak adanya anggaran untuk membiayai makan dan minum tenaga kesehatan membuatnya menarik tim tersebut. "Kami ke Manado yang ber-hutang untuk membiayai perjalanan, yang dibebankan pada kami," ungkap Saida.

 

Namun usaha mereka di lokasi bencana selama 3 hari tidaklah sia-sia. Sebab tim berhasil mengobati dan membedah lebih dari 700 warga korban banjir yang terdiri atas pasien luka, sobekan, tertusuk paku dan Inspeksi Saluran Pernapasan Akut. (Rahman Igirisa)

 

Foto: Uyun Kunaefi Pangalima



Sponsors

Sponsors