Teroris Poso Diduga Masuk Sulut


Kotamobagu, ME
Geliat terorisme yang kembali memporak-porandakan kondusifitas di Poso, Sulawesi Tengah mengancam Sulawesi Utara. manadoexpress.com, Jumat (16/11) siang mendapat informasi mencengangkan. Kelompok Mujahidin Indonesia Timur ditengarai membidik Sulut sebagai daerah 'suaka'.
Penyisiran besar-besaran yang digencarkan Polri di Poso membuat jaringan teroris di wilayah tersebut terdesak. Sulut disebut-sebut menjadi wilayah yang disasar sebagai tempat berlindung dari penyisiran Detasemen Khusus Anti Teror (Densus 88), Polri. Sumber resmi manadoexperss.com saat bersua siang tadi bahkan mengaku, Kepolisian Daerah (Polda) Sulut telah mendapat telegram rahasia dari Mabes Polri terkait kemungkinan telah masuknya sejumlah anggota Komando Mujahidin Indonesia Timur (KMIT) ke Sulut saat ini. "Sulut saat ini sudah masuk Siaga I (terorisme, red)," bisik sumber tadi.
Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Denny Adare saat dikonfirmasi terpisah terkait informasi adanya telegram rahasia itu mengaku belum tahu. "Saya belum tahu soal itu (telegram rahasia, red)," kata Adare. Pun demikian ia sendiri menyangsikan kebenaran informasi itu. "Tidak mungkin kalian (wartawan, red) lebih dulu tahu dari kami. Kalau ada (telegram rahasia, red), saya pasti sudah menerima informasinya," tuntas Adare.
Sebelumnya, awal November Densus 88 menangkap 13 orang teroris di Poso. Diduga kuat 13 orang tersebut adalah anggota jaringan KMIT yang dipimpin oleh orang paling diburu Mabes Polri, Santoso. "13 orang ini berasal dari KMIT dan mereka masih ada kaitannya dengan kasus terorisme terdahulu yang terjadi di Poso, Sulawesi Tengah. Orang-orang  yang ditangkap masih ada kaitannya dengan Santoso, yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kepolisian," kata pengamat teroris, Al Chaidar.
Dikatakan Al Chaidar, Santoso merupakan buronan teroris paling dicari oleh Mabes Polri. Santoso diduga terlibat dalam aksi teror termasuk dalam aksi penembakan tiga anggota polisi di BCA Palu pada 25 Mei 2011 lalu.
Menurut Al Chaidarm, berkurang dengan penangkapan ketigabelas anggotanya itu. “KMIT memiliki 125 sampai 150 anggota, " ujarnya. (tr-5)



Sponsors

Sponsors