Ratusan Guru di Boltim Terancam Tak Bisa Mengajar


TUTUYAN, ME : Tahun 2015 mendatang, guru harus mengantongi pendidikan sarjana (S1). Guru yang belum memiliki pendidikan sarjana tidak akan bisa mengajar lagi. Data diperoleh dari Dinas Pendidikan Bolmong Timur, terdapat sebanyak 299 tenaga guru yang belum mengantongi ijazah S1. Dengan demikian, para guru tersebut terancam tidak bisa mengajar lagi pada 2015 mendatang.

 

Kepala Dinas Pendidikan, Yusri Damopolii mengatakan, keharusan setiap guru menyandang gelar sarjana yang akan diberlakukan pada 2015 mendatang merupakan amanah undang-undang (UU) Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. ”Dalam undang-undang tersebut, pemerintah diberi tugas meningkatkan kualifikasi guru yang belum sarjana selama sepuluh tahun. Dengan demikian, batas akhir pemerintah untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan guru berakhir tahun 2015,” terang Yusri, Senin (20/01/14).

 

Jika masih ada lagi guru yang belum mengantongi S1, maka katanya tidak lagi bisa mengajar. ”Ya kalau tak sarjana ya tidak boleh mengajar. Itukan sesuai undang-undang. Bagai mereka yang belum S1 pada 2015 mendatang akan digeser menjadi tenaga kependidikan atau pegawai administrasi," tutur Yusri.

 

Namun Yusri mengatakan, sebagian besar dari guru yang belum S1 tersebut saat ini sedang melanjutkan pendidikan sarjana. "Banyak mereka saat ini yang sedang mengejar S1, baik lewat Universitas Terbuka (UT) maupun UNIMA melalui Program Sarjana Kependidikan Bagi Guru Dalam Jabatan (PSKGDJ)," ujar Yusri.

 

Ditambahkannya, bagi guru-guru PAUD juga sudah harus mengantongi ijasah S1 PAUD. "Kedepan yang akan menjadi tutor PAUD adalah mereka yang sarjana, atau minimal yang sementara kuliah. Saat ini, dari 91 tutor PAUD, ada 46 yang sementara kuliah. Sehingga saya harapkan agar yang belum kuliah untuk segera kuliah ditahun ini," tambah mantan Kepsek SMA 1 Kotabunan itu.

 

Jumlah Guru Di Boltim :
S2 : -
S1 : 341
DIII : 14
DII : 172
DI : 5
SLTA : 108
Total : 640
*** sumber : Dinas Pendidikan. (Rahman Igirisa)

 

Foto: Kadis Pendidikan, Yusri Damopolii.



Sponsors

Sponsors