LAKI: Dekab Boltim Dinilai Kenak-kanakan


TUTUYAN, ME : Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Laskar Anti Korupsi (LAKI) Boltim, Ismail Mokodompit, sangat menyayangkan pemutusan semua media atau koran di Sekertariat Dewan (Setwan), yang dilakukan oleh Anggota Dekab Boltim. Dirinya menilai bahwa sikap para Anggota Dekab Boltim ini, seperti anak kecil yang baru berumur lima tahun.

 

"Pemutusan koran di lembaga terhormat tersebut, menunjukan bahwa para wakil yang dipilh oleh rakyat ini, tidak mau lagi dikritik. Bagaimana mereka (Dekab, red) akan tahu persoalan dan keluhan di masyarakat, sementara pemberitaan dimedia lewat koran yang sangat penting untuk dibaca, kerana ada berbagai macam keluhan ataupun kejadian tengah masyarakat, lalu tiba-tiba di hentikan. Jadi, saya menilai sikap Legislator Boltim ini, seperti kenak-kanakan, hanya ingin yang enaknya, tapi tidak mauh di kritik, " ujar Mokodompit, yang juga Tokmas Boltim, Rabu (15/1/14).

 

Dia mengatakan, bahwa alasan dana media tidak teranggarkan pada tahun anggaran 2014 ini, sangat tidak masuk akal.

 

"Alasan Sekertaris Dewan (Sekwan) Boltim Arsad Mamonto, bahwa pada tahun ini, anggaran media tidak teranggarkan, karena berdasarkan hasil dari badan musyawarah (Banmus) Dekab Boltim, bahwa anggaran di Setwan minim, itu tidak sangat masuk akal. Alasan tersebut dianggap mengada-ngada, buktinya pada 2014 ini, Dekab Boltim memasukan agenda perjalanan dinas keluar negari. Jadi kalau Sekwan katakan, tak anggaran media, Sekwan bersama Dekab Boltim, seperti membodohi masyarakat, " tandasnya.

 

Menanggapi hal tersebut, salah satu Anggota Dekab Boltim, Sofyan Alhabsyi, ketika dikonfirmasi, menjelaskan bahwa pemutusan koran di Dekab Boltim, dikarenakan Sekwan selaku pengguna anggaran, lemah dalam menangani admistrasi keuangan di Dewan.

 

"Sekwan selaku PA di Dewan Boltim, dinilai kurang memahami administrasi keuangan, " jelas Alhabsyi, baru-baru ini.(Rahman Igirisa)

 

Foto: Ketua LAKI Boltim, Ismail Mokodompit.



Sponsors

Sponsors