Warga Keluhkan Pelayanan Puskesmas Tompaso


TONDANO, ME : Pelayanan kesehatan gratis bagi warga merupakan salah satu program pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat. Namun kenyataannya, terkadang program ini tidak berjalan sesuai dengan harapan dan impian dari masyarakat.

 

Seperti halnya yang terjadi di Puskesmas Tompaso. Warga yang datang berobat ke Puskesmas Rawat Inap ini mengeluhkan pelayanan di Puskesmas tersebut. Pasalnya, fasilitas pemerintah untuk membantu masyarakat dalam hal pelayanan kesehatan ini, pelayanannya di nilai buruk dan sering kehabisan stok obat.

 

Maxi Momongan, warga Desa Kamanga kecamatan Tompaso yang datang dengan maksud untuk mendapatkan obat di Puskesmas tersebut mengeluh karena obat yang diharapkannya bisa didapatkan secara gratis melalui program Askes, stoknya habis.

 

Menurutnya, pihak Puskesmas pun merekomendasikan untuk membeli ke apotik. “Ini kan lucu. Saya sebagai peserta Askes yang seharusnya mendapatkan pelayanan obat secara gratis malah disuruh untuk membeli ke apotik yang otomatis harus mengeluarkan uang ,” keluhnya.

 

Yang lebih dikesalkannya lagi, saat hendak bertemu dengan kepala Puskesmas, yang bersangkutan tidak ada di ruang kerjanya melainkan ada di apotik pribadi miliknya yang berada di lokasi Puskesmas tersebut. “Saat mau bertemu dengan kepala Puskesmas, seorang staf malah menyuruh untuk ke apotik pribadinya. Padahal saat itu masih jam kerja dan seharusnya kepala Puskesmas harus ada di tempat, bukan malah sibuk mengurus fasilitas pribadinya,” lanjutnya lagi.

 

Di sisi lain, melihat hal ini diapun menduga ada modus dari pihak Puskesmas yang seakan sengaja mengarahkan pasien untuk membeli obat ke apotik pribadi milik kelapa Puskesmas yang memang masih berada di area Puskesmas. “Bisa saja indikasinya kearah itu. Kan aneh, di satu Puskesmas terdapat dua apotik dan yang satunya milik pribadi. Stok obat di Puskesmas habis tapi di apotik pribadinya ada,” kata dia.

 

Sementara itu, Kepala Puskesmas Tompaso, dr Patricius Roring saat di konfirmasi mengenai hal ini mengatakan bahwa habisnya stok beberapa jenis obat di Puskesmas itu dikarenakan memang belum didistribusikan. Soal pelayanan yang di nilai buruk dia mengatakan bahwa itu memang hal yang biasa terjadi di instansi-instansi yang membidangi pelayanan masyarakat.

 

“Ada yang puas dan ada juga yang tidak puas. Hal itu saya kira sangat biasa terjadi dalam pelayanan masyarakat,” ujarnya.(Jeksen Kewas)



Sponsors

Sponsors