Warga Buka Boikot Jalan Ke Lokasi Pengeboran
TOMPASO, ME : Setelah melalui proses musyawarah yang cukup lama antara masyarakat yang diwakili oleh warga desa Tember dan desa Tempang dengan pihak PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE), akhirnya kedua belah pihak mencapai kesepakatan.
Dalam kesepakatan tersebut, pihak Pertamina berjanji akan membangun sarana dan prasarana masyarakat melalui dana CSR yang berkaitan dengan pendidikan, pertanian, perkebunan, dan ekonomi. “Nantinya untuk proses realisasi ini akan melibatkan pihak pemerintah desa dan kecamatan agar supaya CSR ini dapat tepat sasaran,” kata General Manager PT PGE Tomohon, Eko Agung Bramantyo dihadapan warga.
Selain itu dalam kesepakatan tersebut, pihak Pertamina juga akan mengganti rugi semua kerusakan warga yang dilaporkan akibat proyek pengeboran sumur panas bumi tersebut. “Untuk menganalisa dan mencermati laporan-laporan kerusakan, nantinya akan di bentuk tim yang juga melibatkan pihak pemerintah kecamatan dan desa terkait. Dalam waktu 1 minggu semua laporan kerusakan yang terbukti akibat proyek dari perusahaan kami, akan di ganti rugi sepenuhnya,” imbuhnya.
Untuk menopang perekonomian masyarakat, pihak Pertamina juga berjanji akan memperhatikan dan merekrut tenaga kerja lokal dari masyarakat sekitar untuk dipekerjakan dalam proyek tersebut. Juga dalam kesepakatan ini, pihaknya mengharapkan komunikasi yang baik antara pemerintah, perusahaan, warga, dan kontraktor. “Jika ada yang perlu disampaikan ke perusahaan, langsung disampaikan saja ke bagian humas dan akan saya disposisi dengan terlebih dahulu mencermati apa yang menjadi aspirasi warga,” ujar Eko.
Sementara itu, warga masyarakat sangat berharap kesepakatan yang telah di dapat dari pertemuan tersebut dapat direalisasikan oleh pihak Pertamina. “Kami harap apa yang telah disepakati dalam pertemuan ini bisa direalisasikan oleh pihak Pertamina. Jika nanti pihak Pertamina tidak melakukan seperti yang dijanjikan, maka kami akan menutup kembali jalan masuk ke lokasi,” ujar seorang warga.
Setelah pertemuan berakhir, kedua belah pihak yang didampingi aparat Kepolisian dan TNI langsung menuju lokasi pemboikotan jalan. Beberapa warga pun akhirnya membongkar tenda dan membuka palang bambu yang di pasang di jalan menuju lokasi pengeboran. (Jeksen Kewas)
Foto : Warga membuka jalan yang di boikot.



































