Oknum PNS di Puskesmas Kotabunan Malas Ngantor

Lebih Memilih Urus Bisnis RM dan Kost Dibanding Urus Pasien


Kotabunan, ME : Honorer Daerah (Honda) di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kotabunan mengeluhkan ulah salah satu oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial RT. Pasalnya, oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini hanya datang apel pagi dan selanjutnya kembali kerumahnya dan nanti apel sore oknum ini kembali kelihatan di Puskesmas.

 

"Ada yang datang apel pagi baru pulang serta somo apel sore baru datang, noh itu pegawai datang apel pulang nda kerja, ada terima gaji kong nda mo ba kerja, sementara yang honor kuat mo tekan, yang shift jaga saja rata-rata honorer," tutur Honorer Puskesmas yang enggan namanya di beritakan.

 

Parahnya, selesai apel pagi oknum PNS yang berinisial RT ini lebih serius mengurus rumah makan serta tempat kos miliknya yang terletak di Desa Tombolikad Kecamatan Tutuyan di banding melaksanakan tugas dan fungsih Bidan di Puskesmas Kotabunan.

 

"Selesai apel pagi PNS ini justru mengurus rumah makan dan tempat kos yang ada di Desa tombolikat, jadi kalau ada yang pasien ibu hamil yang masuk siapa yang merawat sedangkan itu tugasnya karena dia sebagai Bidan di puskesmas ini," bebernya.

 

Anehnya, saat honor melaporkan tindakan dari oknum PNS yang selesai apel pulang kepihak Kepala Puskesmas (Kapus), hal ini justru membuat oknum PNS ini emosi dengan mengatakan bahwa laporan honor-honor ke Kepala Puskesmas tidak berpengaruh baginya dan apa yang dia (oknum red) lakukan mau masuk kerja atau tidak jangan di urus, bahkan oknum ini mengancam balik akan melaporkan hal ini ke Dinas Kesehatan.

 

"Kamarin dulu (Jumat pekan lalu) torang dapa cumu sama Papa itha nama hari-hari (Kapus, red), mungkin papa itha ada tegur sama oknum PNS ini, pas kemarin (sabtu) itu oknum PNS ada ba kata-kata pa honorer yang mana honorer itu nda berpengaruh, terus dia bilang nda usah pusing depe urusan dia mo maso atau nda, dia bilang lagi nanti lia noh kalau mo kase baku panas nanti mo pake konfor Elfiji kong mo bilang di Dinkes," tutur honor ini yang di aminkan oleh sesama honor puskesmas.

 

Mereka menambahkan, dalam hal ini  Kepala Puskesmas (Kapus) dinilai tidak tegas kepada bawahannya. "Kami sebagai tenaga honorer meminta ketegasan dari atasan saja, bahwa jangan cuma itu yang honorer yang selalu ditegaskan jadi Shifft jaga, sementara itu PNS nda mo tegas," tegasnya.

 

Kepala Puskesmas Kotabunan (Kapus) Suprapto Djojohikrat papa itha sapaan akrabnya saat di konfirmasi melalui via telpon celuler mengatakan, membenarkan bahwa ada oknum pegawai yang hanya masuk seenaknya sehingga itu saya sekarang telah menegaskan kepada seluruh kariawan Puskesmas Kotabunan baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Honorer agar memperhatikan tugas masing-masing serta kehadiran dan bagi tenaga honor yang tidak melaksanakan tugas dipersilahkan mengundurkan diri sedangkan bagi pegawai negeri akan dikenakan sanksi teguran tertulis dan kalau tidak diindahkan maka akan dilimpahkan ke BKDD.

 

"Benar ada oknum pegawai yang masuk seenaknya, dan sekarang dalam pembinaan, bila ini tidak di indahkan maka akan dilimpahkan ke pihak BKDD dan bagi honor yang tidak melaksanakn tugas dipersilahkan untuk mundur dari honor, sebagaimana amanat Bupati disetiap apel akan ada pengurangan tenaga honorer yang malas kerja"jelas papa Itha sapaan akrabnya.

 

Dia menambahkan, pada senin besok selesai melaksanakan apel perdana, sembari berjanji akan mengadakan rapat abgi seluruh Pegawai Negeri maupun tenaga Honorer untuk lebih meningkatkan pelayanan terhada kesehatan masyarakat.

 

"Selesai melaksanakan apel perdana saya akan mengadakan rapat bagi PNS dan Honorer, saya baru 10 hari sebagai kapus disini, karena saya lihat banyak aturan-aturan yang menurut saya banyak memberikan pelenggaran kepada pegawai Puskes, sebab pungsih pegawai itu mereka kerja full, dan tidak boleh dibebankan semua kepada honorer honor hanya sebagai pembantu kinerja pegawai,"imbuhnya. (Rahman Igirisa)

 

Foto: Puskesmas Kotabunan.



Sponsors

Sponsors