MMS : Jangan Kambing Hitamkan Kepolisian!
Tarkam Kotamobagu Selatan
Kotamobagu, ME
Pernyataan tegas diutarakan mantan bupati Kabupaten Bolaang Mongondow dua periode, Marlina Moha Siahaan (MMS) terkait tawuran antar kampung (Tarkam) yang meletup di Kota Kotamobagu baru-baru ini.Ia meminta agar semua pihak tak mengkambing-hitamkan kepolisian atas terjadinya insiden berdarah itu. "Jangan mengkambing hitamkan pihak kepolisian," tegas Marlina, Rabu (14/11) kemarin.
Hal tersebut diungkapkan Marlina menyusul perkembangan isu yang akhir-akhir ini kian menyudutkan Polres Bolmong dalam pengamanan tarkam yang berlangsung di dua tempat terpisah secara bersamaan, Minggu (11/11) lalu. Menurut Butet, sapaan akrab MMS, pemerintah daerah harusnya berkewajiban untuk turun tangan melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk meminimalisir ketegangan antar kelompok massa yang bertikai. "Pemimpin daerah baik di kabupaten (Bolmong, red) maupun Kotamadya (Kota Kotamobagu, red) harus turun mendengarkan aspirasi warga yang sedang berselisih. Ini yang paling utama untuk meredam pertikaian," tambah MMS.
Pernyataan MMS tersebut selaras dengan keluahan sejumlah tokoh masyarakat wilayah Kotamobagu Selatan. Pasalnya, sejak kerusuhan pecah Minggu malam, Walikota maupun Wakil Walikota Kotamobagu tak menampakkan batang hidungnya di tempat kejadian perkara. Setidaknya hingga Selasa petang kemarin (13/11).
Praktis hanya aparat gabungan dari Polres Bolmong dan Kodim 1303 Bolmong serta petinggi-petinggi kepolisian dan TNI yang terus setia berjaga di perbatasan Desa Poyowa Kecil dan Kelurahan Mongondow, lokasi pertikaian. (yadi mokoagow)
Foto: Marlina Moha Siahaan. (me/yadi mokoagow)



































