Tuntaskan Sengketa Lahan Pemda Libatkan TNI dan Polisi


Tutuyan, ME : Pemerintah daerah kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) betul-betul menseriusi persoalan yang terjadi didaerah tersebut yang saat ini ada beberapa laporan dari pemerintah desa pada pemda yang belum dituntaskan namun dalam waktu dekat mulai turun kelapangan untuk mengiventarisir persoalan-persoalan sampai menuntaskannya. Hal ini, disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Boltim Ir. Muhamad Assagaf kepada sejumlah Wartawan, Senin (16/12/13). Dia menyampaikan bahwa lahan yang dijadikan sengketa oleh warga tersebut akan ditangani langsung oleh pemda boltim.

 

"Akan diselesaikan semua persoalan dimana pemda akan membuat tim keordinasi penertiban lahan sebagai ketuanya Asisten satu dan dinas kehutanan dan perkebunan Boltim yang tergabung dari pihak TNI, Kepolisian, dimana tugas mereka yakni menginvetarisir dulu lokasi-lokasi tersebut apabila benar ada warga Bilalang masuk lahan apa dasar hukumnya dan apa alasannya maka masalah akan didudukkan karena dalam hal ini kan kita juga menganut dua pola domisili yakni dimana desa tersebut sebagai pemilik lahan dan kedua pola hamparan yang maksudnya dimana ada warga berdomisili di luar boltim sebagai pemilik lahan dan itu sah-sah saja dan ini tugas tim untuk mengkaji apa mereka mempunyai bukti kepemilikan lahan tersebut serta membayar kewajiban dia setiap tahunnya membayar pajak apa membayar pajak atau tidak dan ini yang akan diperiksa oleh tim, rencananya pada Rabu (18/12/2013) nanti tim mulai turun dilapangan," tutur sekda.

 

Mantan kadis kelautan dan perikanan Bolmong tersebut juga mengatakan bahwa persoalan lahan sengketa yang ada diboltim saat ini bukan hanya diatoga namun ada enam persoalan  ini sudah dibentuk pengurusnya dan sudah ada surat keputusan (SK) dari bupati Boltim Sehan Salim Landjar, SH.

 

"Ada enam persoalan yang akan diselesaikan oleh pemda Boltim yakni :
- Masalah sengketa lahan diatoga antara warga setempat dan warga bilalang
- Masalah idumun yang berkaitan dengan warga moyag
- Masalah perkebunan dilanut yang diminta warga lanut untuk dijadikan perkebunan mereka karena kebanyakan lahan ditempati  warga modayag
- Masalah idumun dan warga dimoyag
- Masalah yg berkaitan dengan jalan pelangi ketika jalan itu terbuka tiba-tiba lahan disana sudah ditempati warga luar boltim
- Masalah penyerobotan lahan di bukaka
Serta masalah areal danau mooat  dijadikan lahan pembuangan sampah oleh warga luar boltim dimana kesemuanya akan dituntaskan oleh Pemda Boltim," jelas assagaf. (Rahman Igirisa)

 

Foto:  Sekda Boltim Muhammad Assagaf.



Sponsors

Sponsors