Tim Terpadu Tinjau Keberadaan Tong Sianida dan Perendaman Material Emas
Tutuyan, ME : Tim terpadu Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang melibatkan pihak teknis terkait seperti Dinas Pertambangan, Badan Lingkungan Hidup, Kesbang Pol, Pemerintah Kecamatan dan Desa meninjau langsung keberadaan kegiatan beberapa buah tong dan perendaman sianida material emas dilokasi Panang dan Benteng desa Kotabunan.
Langkah tersebut diambil karena menindak lanjuti adanya informasi dan laporan masyarakat menyangkut adanya kegiatan tong dan perendaman sianida dihulu sungai pemukiman masyarakat.
Dimana dengan adanya kegiatan itu, terindikasi sudah ada beberapa jenis hewan yang mati akibat racun sianida baik yang berasal dari kegiatan tong maupun perendaman. Apalagi menurut mereka bahwa pipa air yang digunakan oleh masyarakat melintas di sekitar kegiatan tong dan perendaman sianida material emas, yang dikhawatirkan akan berdampak terhadap pipa-pipa air yang sehari-harinya dikonsumsi oleh masyarakat yang berada di desa Kotabunan dan Bulawan yaitu baik air baku maupun air PDAM.
Pihak Dinas Pertambangan sendiri ketika dikonfirmasi Minggu, (10/11/13) mengatakan bahwa, sesudah melakukan peninjauan ke lapangan, hasilnya akan segera disampaikan guna untuk dikaji, ucap sumber Dinas Pertambangan.
Kepala Dinas Pertambangan Jamaludin mengatakan, ketika pihaknya menerima adanya laporan masyarakat, beberapa pekan kemarin pihaknya sudah meninjau sala satu kegiatan yaitu perendaman sianida material emas yang diduga milik dari sala satu wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boltim, dan pada saat itu pihak Distamben langsung mengeluarkan rekomndasi pemberhentian kegiatan, namun sampai saat ini kegiatan itu masi terus berlanjut.
Semestinya, selaku wakil rakyat, ketika sudah ada intruksi pemberhentian kegiatan perendaman harus ditindak lanjuti bukan harus diabaikan. Jangan karena merasa anggota DPRD lantas mengabaikan intruksi pemberhentian kegiatan perendaman, "Semestinya anggota DPRD memberikan contoh yang baik, ketika ada intruksi pemda untuk pemebrhentian segerah dilaksanakan bukan harus diabaikan", jelas sejumlah warga.
Dari informasi yang diperoleh, terindikasi sungai yang berada di antara desa Kotabunan dan Bulawan sudah mengandung arsenik yang cukup tinggi, dan dikahwatirkan ketika ada warga yang menggunakan air sungai, hal itu akan memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat.
Indikasi itu semakin jelas ketika mendengar pemaparan paskah sosialisasi yang dilaksanakan di kantor daerah beberapa pekan kemarin, dimana dalam sosialisasi itu, hasil study yang dilakukan, dimana sungai yang membelah kedua desa sudah mengandung arsenik diambang batas.
Untuk itu, sala satu tokoh pemuda Mursit Lapadjawa mengatakan, selaku masyarakat tentunya kami berharap agar kiranya kondisi ini dijadikan perhatian penuh dari pemerintah, karena sampai saat ini sudah ada beberapa jenis hewan yang mati, diduga kuat karena meminum air yang berada disekitar tong dan perendaman sianida material emas, sala satunya adalah hewan miliknya jenis kambing, "Sampai saat ini sudah kurang lebih 3 ekor kambing milik saya yang mati, karena diduga kuat memenum air disekitar kegiatan tong dan perendaman sianida", jelasnya.
Penulis : Rahman Igirisa
Editor : Chres



































