Tarkam, Dua Warga Jadi Korban Panah Wayer
HUKUM & KRIMINALITAS
MANADO, ME : Tawuran antarkampung (Tarkam) kembali terjadi di Kota Manado. Kali ini warga di Lorong Tongkol dan Lorong Lumba-Lumba, Kecamatan Tuminting saling serang. Akibatnya dua warga menjadi korban tikaman panah wayer.
Walau kedua korban belum secara resmi membuat laporan ke polisi, namun Kepala Polsek Tuminting, AKP Heriyanto Kandati membenarkan adanya kejadian tersebut, Selasa (5/11/2013).
Menurut keterangan saksi mata, saling serang antarwarga dua lorong tersebut terjadi pada Senin tengah malam hingga Selasa dinihari. Kelompok pemuda dari kedua lorong itu telah dipengaruhi minuman keras dan ada masalah yang telah berlangsung lama. Keributan tersebut terjadi di ruas Jalan Boulevard II.
"Kami semua takut ke luar rumah. Situasinya tegang dan kacau. Kami dengar ada yang berteriak menyuruh lari saja, karena sudah ada yang tertancap panah wayer," ujar salah satu warga yang tidak mau menyebutkan namanya.
Kedua korban yang tertancap panah tersebut adalah Kevin Richart (20) dan Ferry Akure (21), keduanya warga Sindulang Dua, Kecamatan Tuminting. Panah wayer itu menancap di bagian kaki Ferry, sementara Kevin kena di bagian punggungnya. Kedua korban dilarikan ke rumah sakit untuk mencabut anak panah tersebut. Saat ini polisi sedang menyelidiki penyebab tawuran itu.(kpc)
Editor : Rand



































