GSSJ Ratulangi Lahir (5 November 1890)


TOKOH

Gerungan Saul Samuel Jacob (GSSJ) Ratulangi, lahir di Tondano, pada tanggal 5 November 1890. Namanya yang panjang itu merupakan gabungan antara nama kakek pihak ayah (Saul Ratulangi) dan kakek dari pihak ibu (Jacob Gerungan).

 

Beliau merupakan seorang tokoh Multidimensional, seorang pahlawan Nasional, seorang Politikus Minahasa yang juga pencetus filsafat "Si tou timou tumou tou" (Manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah dapat memanusiakan manusia).

 

Pada tahun 1907, dia pergi ke Batavia (sekarang Jakarta) untuk melanjutkan sekolah di Koningeen Wilhelmina School. Setelah tamat, Sam Ratulangi melanjutkan ke Vrije Universiteit van Amsterdam, Belanda. Di sana, dia dipercaya menjadi Ketua Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Belanda tahun 1914. Lima tahun kemudian, dia memperoleh gelar doktor di bidang matematika dan fisika.

 

Ia pun meneruskan studinya di Universitas Zurich. Pada tahun 1919, setelah empat tahun bekerja keras, Ratulangi berhasil menyandang gelar Doktor Ilmu Pasti dan Ilmu Alam di Swiss, ia sekaligus menjadi doktor ilmu pasti pertama Indonesia. Ketika berada di Swiss, kali ini organisasi yang dipimpinnya adalah Association d'Etudiant Asiatiques (Organisasi Pelajar-Pelajar Indonesia). 

 

Sam Ratulangi juga merupakan Gubernur Sulawesi yang pertama. Ia meninggal di Jakarta dalam kedudukan sebagai tawanan musuh pada tanggal 30 Juni 1949, Jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Umum Tanah Abang. Di kemudian hari makam itu dipindahkan ke Makam Keluarga di Tondano.

 

Namanya diabadikan dalam nama bandar udara di Manado yaitu Bandara Sam Ratulangi dan Universitas Negeri di Sulawesi Utara yaitu Universitas Sam Ratulangi.

 

Atas jasa-jasanya kepada negara, Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob (GSSJ) Ratulangi dianugerahi gelar pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI No. 590/TK/Tahun 1961, tanggal 9 November 1961.

 

Foto : GSSJ Sam Ratulagi.(Ist)

 

(Dikutip dari berbagai sumber)

Editor : Chres



Sponsors

Sponsors