Tukang Ojek Kritik Pengusaha 'Pertamini'

Dinas ESDM Diminta Tertibkan Depot-Depot Nakal


KOTABUNAN, ME : Sejumlah tukang ojek Desa Kotabunan dan Bulawan mengecam ulah pengusaha 'Pertamini' (penjual bensin eceran) yang tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pertamina, hal ini sangat mempengaruhi nasib mereka yang sedang mengggantungkan diri sebagai tukang ojek.

 

Pasalnya, oknum depot-depot nakal ini sengaja menjual bensin kepada pengendara kenderaan roda dua maupun roda empat dengan harga tinggi yakni Rp.9000 sampai dengan Rp.10.000 per liter.

 

"Ini tidak sesuai lagi, harga pertaminan hanya 6500 perliter mereka jual kepada kami sebagai tukang ojek  Rp.9000 sampai Rp.10000 perliter, berarti mereka mengambil keuntungan 3000 sampai 3500 perliter, ini tidak sesuai lagi, jelas profesi kami sebagai tukang ojek dirugikan dengan harga ini, " ujar sejumlah tukang ojek Kotabunan, Rabu (30/10/2013).

 

Harapan mereka, agar pemerintah Boltim dalam hal ini Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) kerjasama dengan kepolisian turun untuk menertibkan oknum-oknum pengecer yang mengambil keuntungan sepihak ini, apalagi mereka tidak mengantongi ijin resmi alias ilegal.

 

"Kami sangat mengharapkan dinas terkait dan kepolisian untuk adakan penertiban, kalau perlu berikan sangsi, sebab jika bensin di pertamina sudah habis disitulah kesempatan oknum-oknum ini untuk menaikan harga, dengan tindakan ini kami sebagai tukang ojek dan pengguna kendaraan lain sangat dirugikan, dan kami yakin para oknum ini tidak ada ijin resmi dari pemerintah," jelas mereka.

 

Kepala Dinas ESDM Hi Jamaludin, saat di konfirmasi terkait hal ini mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali memberikan peringatan kepada pihak pertamina agar tidak melayani gelon maupun kenderaan roda empat yang lebih dari satu kali dan kepada pembeli yang sudah terlanjur dilayani oleh pertamina agar tidak mengambil keuntungan lebih kepada saudara kita yang sama-sama kurang mampu.

 

"Saya sudah beberapa kali memberikan peringatan pada pertamina supaya tidak melayani gelon atau lebih apalagi kenderaan roda empat lebih dari satu kali, jika ada yang terlanjur dilayani oleh pertamina supaya tidak mengambil keuntungan kepada saudara-saudara kita yang sama-sama kurang mampu, apalagi kepada tukang ojek yang penghasilannya pas-pasan," pungkasnya.

 

Foto : Tampak sejumlah tukang ojek Kotabunan Bulawan.

 

Penulis : Rahman Igirisa

Editor : Chres



Sponsors

Sponsors