Pemerintah Dinilai Ikut Andil 'Ciptakan' Tarkam di Kotamobagu
Manado, ME
Rentetan pertikaian antar kampung yang meletup di wilayah Bolaang Mongondow menuai beragam reaksi dari kalangan masyarakat Sulawesi Utara. Ketegangan yang terus berlarut di wilayah tersebut hingga saat ini dinilai tak lepas dari lemahnya koordinasi pemerintah daerah dalam mengantisipasi konflik.
“Setelah masalah serupa antara (Desa) Tambun dan Imandi, harusnya pertikaian antar kelompok massa seperti ini sudah diantisipasi. Kejadian ini membuktikan pemerintah dan aparat tidak sigap mengantisipasi. Koordinasi pencegahannya lemah hingga kecolongan seperti ini,” tegas pengamat politik dan pemerintahan Sulawesi Utara, Hendrie Palenewen.
Alumnus Universitas Brawijaya Malang itupun mengatakan, pertikaian antar desa yang menelan korban jiwa itu merupakan tamparan keras bagi pemerintah. “Kelengahan pemerintah dan aparat pasca bentrok Imandi Tambun yang mengakibatkan bentrok Minggu malam. Jadi aparat dan pemerintah juga ikut andil. Kendati memang tidak secara langsung,” timpalnya.
Sementara itu, elemen Pemuda Katolik Sulut, juga mengecam peristiwa bentrok di wilayah Kotamobagu Selatan itu. Ketua Pemuda Katolik Tomohon, Fansiskus Talokon menantang gubernur Sinyo Harry Sarundajang untuk secepatnya menyelesaikan permasalahan tersebut. “Ini merupakan ujian penting sejauh mana kemampuan Gubernur SHS menyelesaikan konflik. Setelah sukses di Maluku Utara, kami tantang Gubernur SHS untuk menyelesaikan konflik di Sulut,” tukasnya.
Sebagaimana diketahui Minggu (11/11) terjadi dua peristiwa tawuran antar kampung di wilayah Bolaang Mongondow. Desa Poyowa Kecil dan Kelurahan Mongondow, serta Desa Doloduo dan Desa Ikhwan.
Dua pertikaian berdara di hari yang sama itu melengkapi kerusuhan berdarah sebelumnya antara Desa Tambun dan Imandi. Chandra Suoth (16), warga Poyowa Kecil tewas dalam bentrok dengan kelompok massa dari Kelurahan Mongondow. Tak hanya warga sipil, satu anggota polisi juga ikut jadi korban. Di pertikaian antara Desa Doloduo dan Desa Ikhwan, seorang pemuda juga jadi korban tembakan senapan angin.
Hingga kini, kondusifitas di kedua wilayah tempat konflik terjadi masih diliputi ketegangan. Siang tadi, puluhan massa desa Poyowa Kecil bahkan sempat mendatangi wilayah Kelurahan Mongondow. Suasana mencekam. Kendati aparat gabungan dari Polres Bolmong dan Kodim 1303 Bolmong akhirnya mampu menghalau gerombolan massa itu. (tr-5/tr-3)
Foto: Ketegangan kembali terjadi saat kelompok massa dari Poyowa Kecil memasuki wilayah Kelurahan Mangondow siang tadi. Kendati aparat akhirnya berhasil menghalau gerombolan massa itu. (ms/yadi mokoagow)



































