Ditenggarai Ada 'Kongkalingkong' PT PLN Dengan Pemborong

Dua Tahun Terpasang, Gardu Distribusi Tak Beroperasi


Langowan, ME


Proyek pengadaan gardu distribusi untuk peningkatan pelayanan kepada pelanggan di Langowan, Kabupaten Minahasa, dinilai sarat penyimpangan. Sudah dua tahun sejak dilaksanakan pekerjaan, sampai saat ini belum ada yang dioperasikan untuk melayani kebutuhan listrik masyarakat. Malahan, menurut warga ada travo tenaga di gardu distribusi sudah dicabut kembali.


Sejumlah warga Langowan pun mengaku mencium adanya bau penyimpangan pada proyek dengan anggaran ratusan juta sampai miliyaran rupiah tersebut, dan mensinyalir ada ‘kongkalingkong’ antara PT PLN wilayah Suluttenggo dengan pemborong sebagai pelaksana proyek.


"Ini sangat sarat penyimpangan dan diduga kuat pihak PT PLN ‘main mata’ dengan pelaksana proyek," ujar Johan Sumaraw, salah satu tokoh masyarakat Langowan, Senin (12/11) tadi malam.


Menurut Johan, ditenggarai ketidakberesan proyek ini melibatkan langsung petinggi PT PLN wilayah Suluttenggo, karena  sudah dua tahun terkesan hanya dibiarkan dan tak ada tindak lanjut sama sekali. "Mengapa sudah dua tahun terkesan hanya dibiarkan saja, pasti ini ada apa-apanya,” ungkapnya.

Dirinya berharap, proyek yang dinilai 'ca beres' tersebut diusut oleh aparat hukum, karena bukan sedikit anggaran yang dikeluarkan tapi ternyata sampai saat ini masyarakat tidak bisa menikmati manfaat dari pelaksanaan pekerjaan tersebut. "Ini harus diusut dan siapapun yang terlibat harus ditindak tegas," tandas Sumaraw.


Sementara itu, kepala PLN Rayon Kawangkoan, Ronny Manengkey membantah terjadi 'kongkalingkong' antara pihak PLN dan pemborong proyek pengadaan sejumlah gardu distribusi di Langowan. Dirinya menjelaskan, ini merupakan gardu sisipan cadangan, dan dua tahun belum dioperasikan gardu-gardu tersebut karena faktor kebutuhan yang belum mendesak.

"Gardu-gardu tersebut belum dioperasikan karena tegangan yang disalurkan ke warga masih stabil," jelasnya.


Ironisnya, keberadaan gardu sisipan cadangan tersebut sangat bertolak belakang dengan penjelasan Manengkey sebelumnya. Dirinya menyampaikan bahwa proyek tersebut merupakan proyek listrik masuk desa, dimana dilakukan pemasangan jaringan baru di daerah yang dianggap sangat membutuhkan listrik.

"Ini merupakan proyek listrik masuk desa untuk pemasangan jaringan bagi daerah yang sangat membutuhkan listrik," kata Manengkey. (marchell massie).



Sponsors

Sponsors