Kondisi Bayi Penderita Hidrosefalus di Desa Kaayuran Atas Memprihatinkan
Sudah 10 Bulan Miraychel Hidup Tanpa Perawatan Layak
LANGOWAN, ME - Kondisi Miraychel Imanuel Paslima, bayi berusia 10 bulan 2 minggu yang menderita penyakit kepala besar atau hidrosefalus, sangat memprihatinkan. Semakin hari, kondisi kepala sang bayi malang ini pun semakin membesar. Terlebih lagi, pembesaran kepala bayi ini juga diikuti oleh semakin membesarnya benjolan yang timbul di seputaran bibir sang bayi ini.
Rovi Paslima (33) dan Helmy Londah (35), kedua orang tua Miraychel, hingga kini terpaksa hanya bisa memberikan perawatan seadanya di rumah yang mereka tinggali di Desa Kaayuran Atas Kecamatan Langowan Selatan. Pantauan sejumlah wartawan yang berkunjung di kediaman Miraychel, Rabu (16/10), sang bayi malang ini hanya bisa terus berbaring ditempat tidur, dengan dijaga oleh sang ibu.
Penuturan dari ibu bayi malang ini, sejak awal kelahirannya, kondisi Miraychel memang sudah cukup memprihatinkan. Walaupun saat itu kondisi kepala sang bayi belum ada tanda-tanda akan membesar, namun menurutnya, kelahiran sang bayi ini sudah harus melalui proses operasi.
"Selama lima hari sejak melahirkan Miraychel, pihak rumah sakit pun belum menunjukkan wujud anak kami ini kepada saya. Akhirnya Miraychel diserahkan kepada saya, namun saya sempat kaget saat salah seorang dokter mengatakan bahwa bayi kami ini tidak akan bertahan lama jika kami bawa pulang ke rumah saat itu," ungkapnya.
Namun mereka pun tetap berupaya membawa pulang Miraychel ke rumah. Ternyata, vonis yang disampaikan pihak Rumah Sakit tersebut tidak terjadi. Walaupun kondisi kepalanya terus memprihatinkan, namun Miraychel masih bisa bertahan hingga saat ini.
"Hanya karena mujizat Tuhan, Miraychel bisa hidup hingga saat ini, meskipun kondisi kepala dan benjolan diibagian bibirnya, terus saja membesar. Namun begitu, kami keluarga sedikit senang ketika mendengar Miraychel sudah bisa mengeluarkan suara. Sudah lama tidak ada suara yang keluar dari Miraychel, baik itu suara tangis ataupun tawa," ujarnya lirih.
Saat disinggung akan perawatan, Helmy menuturkan bahwa ketika berusia 4 bulan, Miraychel pernah dibawa ke RSUP Malalayang, untuk dilakukan operasi penyedotan cairan di kepala. Namun dikarenakan kondisi bayi yang tidak kuat, akhirnya operasi tersebut belum juga terjadi.
"Sudah ada rencana operasi sebelumnya, namun kondisi tidak memungkinkan untuk operasi tersebut. Akhirnya, selama 10 bulan ini, Miraychel hanya bertahan dengan mengkonsumsi susu, tanpa ada perawatan dari tim medis," ucapnya seraya mengharapkan mujizat kesembuhan terhadap anak yang mereka kasihi ini.
Penulis : Jeksen Kewas
Editor : Chres



































