Sejumlah Sopir Keluhkan Kinerja Petugas Dishub di Pasar Baru Langowan


LANGOWAN, ME - Sejumlah sopir angkutan kota yang beroperasi di Langowan mengeluhkan kinerja seorang petugas Dinas Perhubungan (Dishub) berinisial TM yang bertugas di kawasan Pasar Baru Langowan. Pasalnya, sejumlah sopir merasa dirugikan karena telah membayar sejumlah tarif kepada petugas Dishub, namun kinerjanya tidak seperti yang diharapkan.

 

Menurut penuturan Oce Pandeiroth, salah seorang sopir angkot trayek Langowan - Kawangkoan, dirinya bersama sejumlah teman sopir lainnya yang mengangkut penumpang di area Pasar Baru Langowan sering membayar pungutan tarif kepada petugas Dishub berinisial TM tersebut sebesar Rp 2.000 setiap akan keluar jalur.

 

Namun diakuinya, walaupun sudah membayar tarif, petugas tersebut tidak mengerjakan tugasnya dengan baik seperti yang diharapkan para sopir. “Sudah dibayar namun untuk menertibkan jalur penumpang dan bahkan lalu lintas sekitar pasar yang macet, dia tidak becus. Ini jelas merugikan kami para sopir,” tuturnya, Sabtu (12/10?2013).

 

Dia mengatakan, dirinya bersama sejumlah sopir tidak keberatan membayar tarif di luar retribusi tersebut, asalkan petugas tersebut melakukan tugasnya dengan benar yaitu melakukan penertiban terhadap keberangkatan penumpang sesuai jalur masing-masing angkot serta mengatur lalu lintas pasar agar tidak terjadi kemacetan.

 

“Kami berharap petugas yang berwenang dalam hal ini kepala terminal langowan agar dapat memperhatikan permasalahan yang jelas-jelas sudah merugikan para sopir ini,” ujarnya.

 

Foto : Petugas Dishud di kompleks pertokoan pasar lama Langowan.

 

Penulis : Jeksen Kewas

Editor : Chres



Sponsors

Sponsors