Warga Keluhkan Program 'Listrik Pintar'
Tomohon, ME
Program penggantian listrik manual ke 'Listrik Pintar' oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN), kini mulai menuai kontroversi. Sejumlah warga kini mengeluh soal borosnya listrik pintar ini.
Prisilia Lasut misalnya, warga Perum Uluindano ini mengaku kecewa dengan program PLN yang satu ini. "Yah, memang untuk biaya agak mendingan karna listrik ini tanpa biaya tambahan, tapi parahnya sekarang listrik kami sering jepret, pembatas listriknya sering turun padahal dulu hal ini tidak pernah terjadi," ungkapnya, Senin (12/11).
Sama halnya dengan pengakuan Debby Polii, warga Kakaskasen II. Ia mengatakan, masalah ini bisa membahayakan barang-barang elektronik di rumahnya.
"Daya listrik di rumah kami 900 Watt. Dulu waktu masih manual kami sangat merasa nyaman, tapi pas diganti kami malah jadi was-was. Kalo listrik sering turun begini, bisa merugikan kami. Alat-alat listrik bisa rusak, padahal kami sudah berupaya menghemat, tapi tetap saja pembatas di meter tetap turun. Kalu bagini, torang bukang ba hemat mar lebe rugi," ungkapnya. (tr-03)



































