Kinerja DPRD Boltim Perlu Dipertanyakan
Empat Tahun Hanya Satu Perda yang Dihasilkan
TUTUYAN, ME - Kinerja ketua Dewan bersama para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolmong Timur (Boltim) hingga memasuki akhir masa jabatan patut dipertanyakan. Pasalnya dalam kurun waktu empat tahu hanya satu Peraturan daerah (Perda) yang mereka mampu selesaikan.
Kepala bagian risalah sekretaris DPRD Boltim Elvis Siagian pun tak menampik jika Perda inisiatif yang dihasilkan oleh DPRD itu hanya satu. Hanya Perda pemekaran desa, dan Perda tersebut pun digodok pihak eksekutif dan diberikan kepada pihak legislatif.
"Sedangkan total Perda ada sembilan buluh delapan. Untuk Perda inisiatif dari DPRD itu baru satu yang dihasilkan," kata Elvis saat dikonfirmasi Kamis (10/10/2013).
Ini menunjukan kinerja dari para anggota DPRD yang dipimpin oleh Sumardia Modeong selama ini patut dipertanyakan. Para Dewan yang adalah perwakilan dari rakyat lebih banyak mementingkan urusan perjalanan dinas ketimbang berpikir soal daerah. "Saya pikir untuk saat ini kinerja para anggota dewan terutama ketua dewan itu harus dipertanyakan," tuturnya.
Menurut toko masyarakat Boltim Rustaman Paputungan, dari bukti hanya satu 1 Perda yang dihasilkan, ini adalah salah satu contoh bahwa ketua dewan tak mampu bekerja secara maksimal. Ini menjadi tolak ukur kinerja dari ketua dewan bersama anggota dewan yang perlu dipertanyakan. Karena selama 4 tahun ini tak mampu bekerja semaksimal mungkin.
"Seharusnya hasil Bimtek, kunjungan kerja dituangkan ke dalam Perda. Bukan hanya habiskan dana APBD tanpa menghasilkan apa-apa," kata Rustaman.
Sehingga dia masih berfikir tujuh kali lipat soal citra para angota DPRD Boltim yang saat ini. Apa pula mereka ini yang akan mencalonkan kembali untuk maju di Pilcaleg 2014 mendatang. "Saya rasa masyarakat yang menilai saja, sebab bisa saja ketika mereka akan terpilih lagi tak akan menghasilkan apa-apa seperti saat ini,"ujarnya.
Penulis : Rahman Igirisa
Editor : Chres



































