Herry Tewas Tertusuk Parang 60cm Miliknya Sendiri
Manado, ME - Gara-gara salah menyelipkan parang, Herry Bukanaung (49) malah tertusuk sendiri. Malangnya, tusukan itu berujung fatal. Herry yang berprofesi sebagai tukang bangunan ini tewas akibat tusukan tersebut.
Peristiwa ini terjadi di Kelurahan Kairagi Satu Lingkungan V Kecamatan Mapanget Manado, tak jauh dari rumahnya, sekitar pukul 18.30 WITA, Minggu (6/10/2013).
Kapolsek Mapanget AKP Adrie Ratela mengatakan setelah mendapat informasi tersebut, pihaknya langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk mengumpulkan keterangan dari para saksi. Barang bukti berupa parang sepanjang 60 centimeter diamankan.
"Keterangan warga setempat, korban tertusuk parang yang dibawanya," ujar AKP Adrie Ratela kepada detikcom.
Menurut Ratela, kasus ini tidak akan diproses karena ada permintaan keluarga yang menganggap korban meninggal karena kelalaian sendiri.
"Kami buatkan surat keterangan penolakan visum dan pernyataan tidak ada pihak yang keberatan dengan kematian korban," terangnya.
Informasi yang dihimpun, korban saat itu sedang mengejar anaknya, Ferly Bukanaung (20), karena sempat terjadi perselisihan keluarga. Melihat korban dengan parang, beberapa tetangganya mengingatkan untuk menyimpan saja parang yang dibawa.
Teguran itu memang didengar karena terlihat korban berusaha menyelipkan kembali parang ke pinggangnya. Karena dalam keadaan mabuk, bukannya terselip, parang malah menusuk perut dan paha kiri bagian dalam.
Korban kemudian terjatuh di depan rumah keluarga Bukanaung-Belangkaehe, yang masih kerabatnya. Melihat korban bersimbah darah, beberapa warga termasuk kakaknya segera melarikannya ke Rumah Sakit Islam (RSI) Sitti Maryam Tuminting.
Namun, karena luka yang dialami cukup dalam membuat korban mengalami pendarahan hebat. Korban akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir.(dtc)
Editor : Chres



































