Bendi 'Jorok', SIM Kusir Terancam Dicabut
Tondano, ME
Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi memberikan peringatan keras terhadap pengendara kendaraan tradisonal bendi di Minahasa yang tidak juga memperhatikan penggunaan penampung kotoran kuda sehingga menyebabkan kotoran kuda berserakan di jalanan. Menurutnya, pemerintah sudah berkali-kali menyampaikan kepada kusir agar semua bendi menggunakan penampung kotoran, namun ternyata masih banyak kusir yang mengacuhkannya.
“Buktinya kotoran kuda masih banyak ditemukan berserakan di jalanan. Untuk itu kami akan menindak tegas para kusir bendi yang kedapatan belum menggunakan penampung kotoran, bahkan kalau perlu SIM kusir bendi tersebut akan kami cabut,” tegasnya.
Lanjut Sajow, upaya ini dilakukan untuk menanamkan budaya bersih bagi seluruh warga Minahasa, khususnya bagi pengendara bendi yang dinilai masih banyak yang tidak memperdulikan kebersihan lingkungan sekitar. Menurutnya, kotoran kuda, selain merusak keindahan di ruas-ruas jalan, juga sangat merugikan orang lain, yaitu bisa menimbulkan penyakit bagi warga yang menghirup kotoran yang sudah mengering yang mudah bertebaran diudara.
“Kami akan memerintahkan instansi-instansi terkait untuk melakukan penertiban terhadap kendaraan bendi yang tidak menggunakan penampung kotoran, karena selain merusak keindahan, juga menyebabkan kerugian buat orang lain,” ujarnya. (Jeksen Kewas)



































