Tegak Lurus, Rahman Salehe: Keluar dari Rekomendasi Partai Bukan Lagi Kader PDIP


Kotabunan, MX

Pesta demokrasi 2024 di Bumi Nyiur Melambai tidak lama lagi akan segera bergulir. Para kontestan yang akan bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang diusung partai besutan Megawati Soekarnoputri ini pun menjadi "harga diri" para kader Banteng Moncong Putih untuk mengindahkan keputusan tersebut.

Ketegasan ini dilontarkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Rahman Salehe. Dikatakan, selaku kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dirinya akan menjalankan rekomendasi partai yaitu B1 KWK untuk Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Boltim, Sam Sachrul Mamonto dan Rusmin Mokoagow, serta Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Steven Kandouw dan Alfred Denny Tuejeh.

“Sebagai kader PDIP, kami akan tegak lurus dengan perintah partai. Kalaupun ada riak-riak di lapangan yang diberitakan bahwa banyak kader yang keluar dari PDIP, mereka bukan kader PDIP. Kader PDIP jelas-jelas menjalankan perintah partai, yang keluar dari rekomendasi partai bukan lagi kader PDIP,” tegas Salehe, saat diwawancarai jurnalis ManadoXpress, di kediamannya di Desa Bulawan Dua, Kecamatan Kotabunan, Minggu (22/9).

Peraih suara terbanyak di PDIP dengan total suara 1.540 pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) Boltim ini menyebutkan, sebagai kader partai ia akan memenangkan Paslon ARUS (Alul-Rusmin) di Pilkada Boltim, serta SK-ADT (Steven Kandouw-Alfred Denny Tuejeh) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulut).

“Saya akan bersilaturahmi dengan pendukung-pendukung saya bahwa pasangan ARUS dan SK-ADT wajib untuk dimenangkan. Saya akan berusaha sebagaimana cara apapun konstituen yang terlibat di waktu Pileg itu akan bersama saya, apapun akan saya buat. Saya akan tegak lurus dengan perintah partai,” tandas wakil rakyat Daerah Pemilihan (Dapil) satu Timur Totabuan ini. (Gazali Ligawa)



Sponsors

Sponsors