Foto: Istimewa/Gazali Ligawa
Camping Pilkada, KPU Boltim Gaungkan Ramah Lingkungan
Nuangan, MX
Kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan selama penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) terus digaungkan. Publik Timur Totabuan pun didorong untuk berperan aktif dalam menciptakan Pilkada yang ramah lingkungan, meskipun berada di tengah hiruk-pikuk kegiatan politik.
Aksi tersebut diperagakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), pada Camping Pilkada bertajuk “Menuju Pilkada Serentak Ramah Lingkungan”. Agenda ini dihelat di Batu Buaya Resort, Nuangan, Kamis (19/9).
Pada kesempatan itu, Ketua KPU Boltim, Rusmin Mamonto manyampaikan, kegiatan tersebut bukan hanya sebatas persiapan teknis tetapi bagaian dari upaya KPU dalam rangka mewujudkan pelaksanaan Pilkada yang ramah lingkungan.
“Oleh karena itu, kami berharap teman-teman semua yang hadir agar sekembalinya di tempat ini bisa sama-sama dengan KPU untuk ikut menyosialisasikan kepada masyarakat. Bukan hanya untuk memilih di tanggal 27 November, tapi juga bagaimana kita menyosialisasikan bahwa penyelenggaraan Pilkada itu dia ramah lingkungan,” kata Mamonto saat membuka kegiatan ini.
Nada serupa juga dilontarkan Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Boltim, Ikal Salehe. Ia mengatakan, kegiatan ini untuk mengaplikasikan program provinsi.
“Ini program yang menjadi satelit di 38 provinsi, satu-satunya yang melaksanakan Pilkada ramah lingkungan itu cuma Sulawesi Utara dan turunannya kami di kabupaten harus melaksanakan, walauupun secara regulasi belum di atur. Ini rekomendasi atau hasrat masyarakat yang kami harus coba stimulus untuk dijadikan program ke depan,” ujar Salehe saat diwawancarai jurnalis ManadoXpress disela-sela kegiatan.
Disebutkan, namanya Pilkada pasti ada para calon menyentil persoalan lingkungan dan itu menjadi linier pada debat ke depan. Kemudian di sisi yang lain, kata Ikal, Pilkada ramah lingkungan ini menjadi primadona program dari KPU Sulawesi Utara, karena diadopsi juga di provinsi yang lain.
“Pilkada inikan ada penggunaan kertas, kemudian pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) oleh KPU, kita minimal ada pilah sampah yang produktif,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Provinsi Sulawesi Utara, Awalludin Umbola mengatakan, kenapa ada ramah lingkungan di Pilkada kerena Pilkada Indonesia paling manual di dunia.
“Konseskuensinya adalah pohon. Di dalamnya yang nantinya akan digunakan sebagai bahan baku cetak surat suara,” beber Umbola.
Mantan Ketua KPU Boltim ini menyebutkan, dalam proses ajang evaluasi kepemimpinan lima tahun sekali di daerah dan level provinsi, tidak boleh diberikan hanya kepada KPU dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).
“Para pecinta alam pun wajib terlibat, para pemerhati lingkungan pun wajib terlibat, biar semua isu yang menerpa proses penyelenggaraan Pemilu ini akan sama-sama kita jawab. Orang menggoreng dengan cara apapun, kita bisa menjawab,” tandasnya.
Diketahui, acara yang berlangsung selama dua hari ini disi oleh berbagai kegiatan, di antaranya diskusi panel, panggung puisi demokrasi yang dibawahkan seniman multi talenta, Jamal Rahman Iroth, serta penampilan Band asal Boltim, Beranda Rumah Mangga atau Braga. Sementara untuk hari kedua yaitu penanaman pohon.
Turut hadir pada agenda ini, Bawaslu Boltim, Kepolisan Resort (Polres) Boltim), para insan pers, Komunitas Pecinta Alam (KPA), Siswa Pecinta Alam (Sispala), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) serta tamu undangan lainnya. (Gazali Ligawa)



































