Lebih Dari 20 Orang Tertembak Peluru Karet
Tutuyan-ME
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Boltim, Medy Lensun bersama rombongan, diantaranya Kepala Badan Kesbang, Camat Modayag, Kasat Pol-PP Kamis Malam (12/09/13), berkunjung langsung ke daerah bentrok antar warga dan pihak kepolisian di Desa Bongkudai Baru dan Guaan, Kecamatan Modayag.
Lensun mengatakan, setidaknya di desa Bongkudai dan Guaan ada lebih dari dua puluh orang yang menjadi korban tembakan peluru karet dari pihak kepolisian. Sementara satu orang korban yang meninggal atas nama Rexon Watung (40), diduga terkena peluru tajam di bagian lengan dan menembus tenggorokanya.
“Korban lebih dari 20 orang kena tembak peluru karet. Dan pada intinya Pemkab Boltim prihatin atas kejadian ini. Pada dasarnya kami selaku pemerintah memberikan aprèsiasi dan dukungan kepada Polres Bolmong untuk memberantas kejahatan dan menegakkan hukum, namun kami meminta upaya dari pihak kepolisian harus lebih persuasive agar tidak terjadi korban jiwa. Hasil otopsi bisa dibilang kena peluru tajam, karena korban terkena tembakan dilengan dan tembus tenggorokan,” tutur Lensun.
Lanjutnya, meminta kepada Masyarakat dan Polisi agar hal seperti ini harus menjadi bahan intropeksi kedua bela pihak. “Masyarakat haruslah taat terhadap hukum dan pihak Polres harus lebih bijak dalam menyikapi persoalan seperti ini, agar jangan sampai sebagai polisi tidak lagi mengindahkan hak-hak warga sampai ada yang jatuh korban. Polisi yang awalnya sebagai pelindung dan pengayom sekarang berubah di mata masyarakat khususnya di Bungkudai dan Guaan. Karena dari informasi warga, banyak korban yang tidak ikut dalam tawuran itu juga ikut menjadi korban. Ada siswa didalam rumah dan masih menggunakan seragam juga ikut kena tembak,” terangnya.
Sementara itu Kepolda Sulut Brigjen Robby Kaligis, dalam kunjunganya ke lokasi bentrokan, meminta kepada masyarakat untuk memberikan keterangan yang jelas dari warga atas insiden tersebut “Kapolda telah mengorek keterangan dari warga dan tokoh masyarakat agar tidak ada keterangan yang di tutup-tutupi. Setelah itu Kapolda langsung kembali ke Polres, setelah mampir sebentar dirumah duka,” tutur Medy.
Kapolres Bolmong AKBP Hisar Siallagan SIK, saat di konfirmasi mengatakan, dirinya siap menerima kritikan dan masukan. “Semua kritikan dan masukan pasti kami terima demi perbaikan kedepan. Dan semua keputusan Kapolda akan kami laksanakan,” pungkasnya. (Rahman Igirisa)
Foto : Seorang anggota polisi terlihat membawa senjata api saat mengamankan bentrokan.



































