Foto: Saat Rembuk Stunting sementara berlangsung di Desa Sendangan.
Tingkatkan Pencegahan Gizi Buruk, Pemdes Sendangan Gelar Rembuk Stunting
Tondano, MX
Pemerintah Desa (Pemdes) Sendangan, Kecamatan Remboken mengadakan Rembuk Stunting pada Jumat (26/7/2024) kemarin, di kantor desa.
Kegiatan ini dihadiri Camat Remboken Victor Sengke, SE beserta Sekcam Ronal Kaunang dan ketua BPD Charles.Woy, SE, MSi, serta Kumtua Desa Sendangan Grace Tulenan, SIP bersama perangkatnya. Kegiatan juga diikuti oleh Kader Posyandu, pendamping desa dan tokoh agama serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Camat Remboken Victor Sengke, SE menyampaikan pentingnya rembuk stunting sebagai upaya kolektif untuk mencegah terjadinya gizi buruk pada anak-anak di Desa Sendangan.
“Stunting merupakan masalah serius yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak, yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas anak-anak di masa depan. Untuk itu, rembuk stunting ini menjadi langkah awal yang penting untuk memastikan bahwa anak-anak kita mendapatkan asupan gizi yang cukup dan perawatan kesehatan yang memadai,” ungkapnya.
Langkah strategis untuk pencegahan dan penanganan stunting di Desa Sendangan, adalah peningkatan akses layanan kesehatan melalui peran posyandu dan puskesmas dalam memberikan layanan kesehatan ibu dan anak, termasuk pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin.
"Selain itu, kampanye gizi seimbang dan pemberian makanan tambahan pada balita dan ibu hamil, juga dilakukan bekerja sama dengan kader posyandu dan PKK desa," tandasnya
Senada disampaikan Kumtua Desa Sendangan Grace Tulenan, SIP Rembuk Stunting ini merupakan salah satu rangkaian pramusyawarah desa untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa tahun 2024. Makanya, diadakan pertemuan untuk membahas soal gizi buruk terhadap anak dan ibu hamil.
"Saya menekankan pentingnya kolaborasi dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat untuk mengurangi angka stunting di Desa Sendangan. Stunting ini, adalah masalah serius bagi pertumbuhan anak-anak kita," ungkapnya.
Pemdes Sendangan, kata Tulenan, telah berkomitmen untuk melaksanakan program pencegahan Stunting melalui pelatihan dan bantuan makanan tambahan, vitamin dan lainnya.
"Selain itu, memperkuat sinergitas dengan Stakeholder yang ada demi perlindungan masyarakat dari ancaman Stunting," tutupnya. (Erwien Bojoh)



































