Kerusakan Ekosistem Pesisir, Direktur P4K Muhammad Yusuf Sebut Sampah Platstik Jadi Ancaman Biota Laut dan Manusia


Tondano, MX

Usai pembukaan Gerakan Aksi Bersih Pantai dan Laut. Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (P4K) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Muhammad Yusuf, S.Hut, M.Si langsung melaksanakan kerja bakti di pesisir pantai Desa Teteli 1, Kecamatan Mandolang, Sabtu (8/6/2024) pagi tadi.

Aksi bersih-bersih ini dilakukan oleh perwakilan dari Dinas terkait di Minahasa dan Provinsi, bahkan anak sekolah di wilayah Tateli turut dilibatkan, seperti siswa Madrasah Ibtidaiyah Tateli, Siswa SD Inpres Tateli, Siswa SD Inpres Buntong, dan siswa SMP 14 Februari Buntong Tateli, bersama Guru Pendamping sekolah.

Menurut Muhammad Yusuf, saat ini tanggal 8 Juni 2024 bertepatan dengan Hari Laut Sedunia. Maka dari itu, dunia sekarang sudah mulai memperhatikan laut karena mendapat tekanan dari aktivitas manusia. Artinya, banyak terjadinya pencemaran dan kerusakan ekosistem seperti terumbu karang, mangrove dan pengasaman laut diwilayah pesisir.

"Sehingga kita fokus menjaga laut agar tetap bersih, khususnya dari sampah plastik yang berada di pesisir pantai. Kenapa dilaksanakan aksi bersih-bersih, karena kalau sampah tidak diangkut bisa dipastikan jika terjadi air pasang sampah tersebut sampai ke laut," kata Ditjen PKRL KKP ini.

"Makanya dari sekarang kita libatkan semua instansi terkait, dan anak sekolah agar rutin membersihkan sampah-sampah plastik di pesisir pantai," tambahnya.

Lanjut menurut Muhammad Yusuf, hasil riset menyampaikan Indonesia merupakan salah satu negara terbesar pengkonsumsi mikroplastik di dunia. Hal ini, merupakan ancaman besar baik untuk biota laut dan manusia.

"Sekarang ini, ikan banyak yang terjerat karena ditemukan sudah mengandung mikroplastik. Selain itu, mikroplastik juga jadi ancaman bagi kita manusia karena berdasarkan riset, sudah masuk kealiran darah dan jantung sehingga kesehatan manusia bisa terganggu," bebernya.

Maka dari itu, kata Muhammad Yusuf, aksi bersih pantai ini untuk menjauhkan segala ancaman kehidupan manusia dan biota laut, sehingga kegiatan ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa melalui Dinas terkait dan anak-anak sekolah.

"Harapan kita, mulai sekarang bagi para siswa yang hadir supaya bisa melatih kebiasaan buruk membuang sampah plastik tidak sembarangan," sebutnya.

Dengan melibatkan anak sekolah, agar mereka mengetahui kalau sampah plasik itu sangat berbahaya. Bukan hanya pada ikan di laut, tapi kesehatan manusia juga menjadi ancaman. 

"Oleh karena itu, mulai sekarang kita rubah dari diri kita sendiri agar pantai tetap bersih dan biota laut jauh dari kepunahan sehingga kesehatan manusia tetap terjaga," tandasnya.

Sementara Jeiver Ransun siswa SD Inpres Tateli mengaku keikutsertaan dirinya dalam gerakan bersih pantai dan laut merasa sangat senang, karena bisa mendapatkan pendidikan dan pembelajaran bagaimana dampak dari sampah plasik tersebut.

"Dengan pemebelajaran mengenai sampah, kami bisa mengedukasikan kepada teman-teman yang tak hadir, dan terhadap orang tua tentang bahaya sampah plastik jika dibuang sembarangan, apalagi di pesisir pantai," pungkasnya. 

Hadir mendampingi Ditjen PKRL KKP Muhammad Yusuf, Camat Mandolang Reyli Yurike Pinasang, SE dan pejabat penting lainnya. (Erwien Bojoh)



Sponsors

Sponsors