Linu: Hoaks dan Politisasi SARA Jadi Ancaman
Manado, MX
Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Utara (Sulut), Steffen Linu menjadi narasumber acara Cerdas Memilih, yang disiarkan langsung dari stasiun TVRI Sulut, Sabtu (1/6).
Acara tersebut membincang soal tahapan Pilkada tahun 2024, khususnya Pilkada Serentak di Sulawesi Utara.
"Dinamika Pemilu berbeda dengan Pilkada. Di Pilkada dinamika politiknya lebih tinggi," ungkap Koordinator Divisi Pencegahan Bawaslu Sulut ini.
Selain pengalaman politik uang yang masih terjadi seperti pada Pemilu kemarin, pada Pilkada ini ancaman hoaks dan politisasi suku, agama, rasa dan antar golongan (SARA) juga bisa menjadi ancaman.
Linu juga mengungkapkan soal strategi pencegahan Bawaslu dalam rangka menjaga jalannya Pilkada yang jujur dan adil. Misalnya dengan melibatkan alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) sebagai corong edukasi publik, di mana kelompok ini sudah jalan sejak Pemilu sebelumnya.
Kemudian jajaran ad hoc yang ada di tingkat kecamatan maupun kelurahan/desa yang baru dibentuk. Selain melakukan pengawasan, jajaran Panwascam dan PKD juga menjadi corong Bawaslu dalam mengedukasi masyarakat soal tahapan dan aturan dalam Pilkada.
"Terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah sinergitas bersama antara stakeholder Pemilu dan juga KPU," ungkap Linu.
Hadir pada kesempatan itu, Komisioner KPU Sulut Awaluddin Umbola dan unsur akademisi, dosen FISIP Unsrat. (Eka Egeten)



































