Panitia Pilrek Buka Pendaftaran, 8 Kandidat Rektor Unima Siap berkompetisi


Tondano, MX

Pemilihan Rektor (Pilrek) Unima akan bergulir tahun 2024 ini. Dan panitia sudah membuka pendaftaran bagi kandidat yang akan berkompetisi memperebutkan kursi orang nomor satu di kampus biru ini, sebut Universitas Negeri Manado.

Hal ini, dibenarkan Sekertaris Panitia Pilrek Dr. Devie Siwij, SIP, MAP kepada sejumlah wartawan, Selasa (21/5/2024) siang tadi. Menurutnya, pemilihan Rektor masih tahap penjaringan. Artinya, sudah dibuka sejak 2 Mei 2024 sampai sekarang.

"Dari 8 kandidat Rektor yang sudah mendaftar, 6 diantaranya merupakan anggota Senat dan 2 Senat. Mereka ini masih dalam tahap penjaringan. Setelah itu, akan disaring oleh panitia sehingga tertinggal 3 calon," kata Siwij.

Lanjutnya, sesuai tahapan penjaringan dari tanggal 2 hingga 27 Mei 2024 adalah tahap pendaftaran sekaligus kelengkapan berkas para calon, dan itu berdasarkan Permen no 19 tahun 2017.

"Sesuai data, ada 8 kandidat Rektor sudah mendaftarkan diri ke panitia. Dari 8 calon ini, hanya 1 yang telah memenuhi persayaratan ikut tahap selanjutnya, sementara 7 diantaranya masih dalam tahap melengkapi berkas," ungkap Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Manado ini.

Nanti, setelah 27 Mei sekira Pukul 03.00 Wita, kata Siwij, pendaftaran dan kelengkapan berkas ditutup. Kemudian para kandidat ini mengikuti tahap selanjutnya atau penyaringan. Karena, hasil seleksi panitia dari 8 calon nantinya tertinggal 3 calon, dan mereka akan diusulkan ke Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti).

"Ke 3 kandidat Calon Rektor Unima yang tersisa itu, nantinya akan dipilih oleh Senat Unima dan Kemenristekdikti. Hanya saja, suara Kementerian paling dominan berkisar 35 persen suara dari 49 persen. Sementara Senat hanya 16 persen suara," bebernya.

Pilrek kali ini, kata Siwij, open turnamen. Artinya, tak hanya calon dari Unima, tapi dari luar bisa berkompetisi pada pilihan Rektor tersebut.

"Sekarang ini, kami sudah mengirim surat kepada kurang lebih 100 perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk bisa bersaing menduduki orang momor satu di Unima. Hanya saja, belum ada kandidat dari luar Unima yang mendaftarkan diri ikut dalam kompetisi ini," kata dia.

Disinggung Pilrek menggunakan sistim manual atau Digital, Siwij menjelaskan, kalu Pilrek lalu kita menggunakan sistim Digital. Namun, sekarang ini belum ada putusan apakah pemilihan menggunakan Digital atau manual. 

"Kalau Digital kemudian disakahgunakan bisa berakibat fatal, dan itu pidana. Karena menyangkut hak suara seseorang. Namun, jika harus gunakan sistim Digital, saya bisa pastikan ada tim ahli yang sangat mengetahui cara menggunakan alat tersebut agar tidak human error," tutupnya. (Erwien Bojoh)



Sponsors

Sponsors