Mangindaan dan Sendoh Ikuti Kegiatan Capacity Development Mission di Jerman
Manado, ME
Sebagai Tindak lanjut program Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kota Manado bersama Medan dan Batam menjadi kota percontohan terkait Pilot Project dalam mewujudkan transportasi massal yang ramah lingkungan berbahan bakar gas (BBG), untuk itu kota-kota inimengikuti kegiatan Capacity Development Mission in di Jerman sejak tanggal 8 hingga 16 September 2013 mendatang.
Wawali Manado Harley Mangindaan bersama Sekkot Ir Haefrey Sendoh, sebagai perwakilan dari kota Manado, Sabtu pekan lalu telah tiba di Jerman. “Kami telah mengikuti sejumlah kegiatan sesuai penugasan Walikota diantaranya pembukaan dan masih banyak kegiatan lain yang berhubungan dengan trasportasi masal yang ramah lingkungan. Tentunya apa yang kami peroleh dari undangan resmi ini akan diterapkan nanti di kota Manado. Selain kota Manado, Medan dan Batam juga ikut diundang yang ujungnya untuk rencanan penerapan transportasi perkotaan yang berkelanjutan,” ungkap Wawali, Senin (09/09/13).
Untuk diketahui, kegiatan tersebut telah diawali dengan MoU antara Pilot Project Indonesia Sustainable Urban Transport Initiative di Westin Hotel Nusa Dua, Bali lalu. Hingga ditunjuk kriterianya, kota Besar yaitu Medan, kota sedang yaitu Manado dan kota berkembang yaitu Batam.
Bentuk kerjasama yang dilaksanakan di Bali lalu, ini ditandai dengan penandatanganan "Pilot Project Indonesia Sustainable Urban Transport Initiative (Indo Sutri) atau Proyek Percontohan Inisiatif Transportasi Perkotaan Indonesia Yang berkelanjutan.
“Konkret dari program ini, akan menjadi contoh untuk transportasi massal yang ramah lingkungan, dalam hal menurunkan efek gas rumah kaca dengan mengkonversi bahan bakar kendaraan dari BBM ke BBG. Jadi kita tidak bisa bekerja sendiri disini. Kita harus ada kerjasama dengan Kementerian ESDM, dan Kementerian Perindustrian untuk soal converter kit-nya,” terang Wawali.
Ditambahkan Wawali, kriteria dari terpilihnya 3 kota percontohan ini salah satunya didasari oleh sejauh mana keberpihakan pemerintah kota setempat terhadap kebijakan transportasi massal, juga dari sisi anggaran memadai untuk pengembangan angkutan umum, dan juga belum memiliki dukungan dari internasional.(tim-me)
Foto : Mangindaan saat ini berada di Jerman yang juga didampingi Sekot, Ir. M. H. F Sendoh.(Ist)



































