Letusan Lokon tak Lagi Khawatirkan Warga
Tomohon, ME
Gunung Lokon di Kota ‘Bunga’ Tomohon kembali meletus Minggu (11/11) sekitar pukul 13.43 WITA. Namun hal itu tak lagi mempengaruhi aktifitas masyarakat di wilayah Tomohon Utara. Gunung yang sempat menebar teror yang berbuntut dievakuasinya dua ribuan warga beberapa waktu lalu itu kini tak lagi menakutkan.
Kendati abu letusan yang menyembur dari kawah Tompaluan pada letusan siang tadi mencapai hingga 90 meter dari permukaan laut, warga di wilayah Kakaskasen, Kinilow, dan Tinoor tetap pada aktifitas. “So biasa. Cuma yang torang kuatirkan depe abu. Nanti sibuk lagi bersih-bersih. Mar nda sampe sini. Aktifitas tetap biasa,” tutur Altje Mandagi, warga Kakaskasen. “Mungkin karena so sering skali meletus. Jadi orang-orang anggap Lokon meletus hal biasa,” tandasnya.
Aktifitas vulkanik gunung Lokon memang cenderung tetap tinggi. Sejak September hingga kini, tercatat lebih dari 50 kali letusan. Namun begitu, tak satupun letusan yang benar-benar mengancam keselamatan warga sekitar.
Sementara, dari pantauan manadoexpress.com, debu hasil letusan siang tadi tertiup angin menuju ke arah timur laut. Deru muntahan material dari mulut kawah juga menggema hingga ke sejumlah wilayah di Kota Tomohon.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Lokon dan Mahawu, Farid Ruskanda Bina, saat dikonfirmasi lewat telepon genggamnya mengatakan, tanda-tanda akan terjadi letusan memang sudah terpantau dari beberapa hari sebelumnya. “Sekitar pukul 13.43 Wita terjadi letusan, yang diiringi dengan suara dentuman tapi tidak begitu kuat. Peningkatan aktivitas kegempaan sudah dimulai sejak pukul 23.00 Wita, Sabtu kemarin,” ujarnya.
Dijelaskannya, saat peningkatan aktivitas di kawah Tompaluan terjadi, pihaknya langsung melapor ke Pusat Vulaknologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung. “Ketika terjadi peningkatan aktivitas, kami langsung laporkan ke PVMBG, ke pemerintah Kota Tomohon, provinsi Sulut dan sejumlah pihak lainnya yang mungkin kena imbas ketika terjadi letusan, seperti Bandara Sam Ratulangi Manado,” terang Bina.
Pada Jumat (5/10) malam, Gunung Lokon juga meletus 3 kali. Tinggi debu letusan ketika itu mencapai 1.500 meter dari permukaan kawah. Terpantau, lontaran material pijar dengan tinggi 350 meter disertai suara dentuman, terdengar kuat hingga di Pos Pengamatan Gunung Lokon. Sementara, debu tertiup angin ke arah Timur dan Utara. (tr-3)
Foto: Gunung Lokon meletus. (ist)



































