Dana Santunan Duka di Kakas Diduga Bermasalah
Tondano, ME
Penyaluran dana santunan duka di kecamatan Kakas, diduga bermasalah. Dana santunan duka untuk 7 warga Kakas yang meninggal tahun 2011 lalu disinyalir mengendap di tangan oknum bendahara di kantor kecamatan Kakas. Menurut keterangan salah satu mantan PNS di kecamatan Kakas, Albert Supit, dana santunan duka untuk 7 warga Kakas sudah dicairkan oleh oknum bendahara sejak tahun 2011 lalu, namun disaat warga datang untuk menanyakan pencairan dana duka, oknum bendahara beralasan dana tersebut belum dicairkan.
Dari informasi yang diperoleh, sampai saat ini dana santunan duka untuk 7 warga Kakas itu mulai dibayarkan secara menyicil oleh oknum bendahara padahal dalam pembayaran tunjangan santunan duka, Pemkab Minahasa tidak pernah membayarnya secara menyicil.
“Dana santunan duka untuk warga Kakas sudah dicairkan, namun entah mengapa dana tersebut tidak langsung diserahkan oleh bendahara kepada warga yang wajib menerima dana tersebut. Akibatnya, sampai saat ini dana untuk santunan duka yang seharusnya diterima sekaligus hanya dibayarkan secara menyicil oleh oknum bendahara,“ ujar Albert Sabtu (10/11).
Hal ini dibantah oleh Camat Kakas, Dave Malonda. Menurutnya, penyaluran dana santunan duka di kecamatan Kakas sepengetahuannya tidak ada masalah dan tidak pernah ada kendala dalam penyalurannya, sebab setiap dicairkan, dana tersebut langsung disalurkan kepada ahli waris atau keluarga yang berhak menerima.
“Setahu saya penyaluran dana santunan duka selama ini tidak ada masalah. Semuanya berjalan sesuai dengan prosedur, dimana setiap pencairan dana duka langsung disalurkan kepada keluarga yang berhak menerima santunan,“ tutur Malonda.
Terkait hal ini, Malonda menghimbau kepada masyarakat yang bermasalah dengan pencairan dana santunan duka untuk menghubunginya agar pihaknya tahu apa penyebab belum dibayarkannya dana tunjangan tersebut. (joel polutu)



































