Foto: Opa Piet Fentje Sambouw saat ditemukan di perkebunan Lembean, Kecamatan Kombi.
Tiga Hari Dinyatakan Hilang, Akhirnya Opa Piet Sambouw Warga Ranomerut Ditemukan
Tondano, MX
Opa Piet Fentje Sambouw (81), warga Desa Ranomerut Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa, dinyatakan hilang oleh keluarganya sejak 3 hari lalu, sehingga membuat warga Desa Ranomerut panik.
Diketahui wilayah Desa Ranomerut itu daerah pinggiran danau dan belakangnya pegunungan. Jadi, korban kalau tidak berada diluar kampung, hanya ada di dua lokasi tersebut.
Selain keluarga dan dibantu masyarakat selama 3 hari melakukan pencarian, tapi belum juga ditemukan keberadaan korban. Bahkan, pencarian tersebut dibantu oleh BPBD Minahasa bersama tim Basarnas Manado. Namun, belum juga ada tanda-tanda akan ditemukannya Opa Piet.
Pada malam Jumat atau Kamis malam sekira Pukul 12.00 Wita, Opa Piet telah ditemukan oleh salah satu warga di perkebunan Lembean Kecamatan Kombi.
Ceritanya, salah satu warga bernama Fendri, saat itu sedang melakukan aktivitas berburu di malam hari. Namun, dirinya terkejut di dalam perkebunan itu ternyata ada seseorang yang sedang tidur di alam terbuka.
Saat itu juga, saksi Frendi langsung mencari informasi tentang keberadaan orang hilang. Ternyata mendapat informasi ada salah satu warga di Desa Ranomerut telah dinyatakan hilang sejak beberapa hari lalu.
"Setelah mendapat informasi orang hilang, saya langsung menghubungi warga Desa Ranomerut yang memberikan informasi orang hilang melalui media sosial facebook. Tak berselang lama, beberapa tim Basarnas Manado dan warga langsung melakukan evakuasi terhadap Opa Piet," katanya.
Diketahui, Opa Piet Sambouw dinyatakan hilang sejak Selasa, 3 Oktober 2023, pukul 21.00 Wita. Pihak keluarga, pemerintah desa, BPBD, Basarnas, Panji Josua, dan warga setempat telah melakukan upaya pencarian sejak hari pertama hingga hari ketiga, namun hasilnya nihil.
Bahkan, saat melakukan metode pencarian Explore Search And Rescue (ESAR) atau jelajahi pencarian dan penyelamatan, tim gabungan tersebut telah menyisir kebun terjauh milik Opa Piet Sambouw, namun tidak menemukan keberadaannya.
"Beberapa metode pencarian telah kita gunakan, termasuk menyisir diseputar kampung yang biasanya Opa Piet datangi, tapi hasilnya nihil," kata Komandan Regu (Danru) Basarnas Manado, Dwi Oktavianus.
Menurutnya, personil yang diturunkan berjumlah sekitar 40 orang dan dibagi menjadi beberpa tim untuk melakukan pencarian di beberapa titik lokasi, termasuk di perkampungan dan pinggiran danau.
"Rencananya besok hari, kita akan melakukan pencarian kembali di beberapa lokasi dengan melakukan metode pencarian ESAR. Tapi, saat di malam ketiga, akhirnya kita mendapat informasi bahwa keberadaan korban telah ditemukan salah satu warga di perkebunan Lembean, Kombi, sekitar pukul 12 malam. Saat itu juga, dibantu beberapa warga setempat langsung melakukan evakuasi," terang Dwi.
Sementara itu, anak korban, Selfie Sambouw mengucap syukur kepada Tuhan, karena orang tua mereka bisa ditemukan dengan keadaan selamat dan sehat.
"Terima juga kami disampaikan kepada pemerintah Desa Ranomerut, Basarnas Manado, BPBD Minahasa, Panji Josua, dan seluruh masyarakat yang sudah terlibat dalam pencarian hingga evakuasi orang tua kami. Terima kasih juga secara khusus kepada Bapak Fendri Sangkoy, yang sudah pertama kali menemukan dan memberikan informasi keberadaan papa kami," ucapnya. (Erwien Bojoh)



































