Inovasi Kecamatan Mapanget Raih Juara 1 Project Stunting Tingkat Kota Manado


Manado, MX
Komitmen Pemerintah Kota Manado (Pemkot) Manado di bawah kepemimpinan Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang untuk menurunkan angka stunting, dibuktikan. Beragam inovasi pun dilakukan. 
 
Teranyar, inovasi Kobong Organik Peduli Stunting membawa Kelurahan Lapangan, Kecamatan Mapanget, meraih juara 1 lomba pilot project stunting tingkat kota Manado. 
 
Ketua TP PKK Kota Manado, Irene Pinontoan yang turut andil dalam kegiatan tersebut mengatakan, percepatan penurunan stunting pada balita adalah program prioritas pemerintah sebagaimana tercantum dalam Rancana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2020-2024). Ia menjelaskan, program ini telah menjadi program kerja di provinsi dan kabupaten kota. 
 
"Sesuai arahan dari Presiden RI lewat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021. Target nasional pada tahun 2024, prevalensi stunting turun hingga 14 persen. Sehingga semua kabupaten kota di Indonesia berlomba-lomba untuk melakukan upaya menurunkan kasus stunting di daerahnya masing-masing," kata Pinontoan.
 
Ditambahkannya, untuk mencetak generasi emas dan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas serta berdaya saing, sangatlah penting memberi perhatian pada tumbuh kembang anak dalam seribu hari pertama masa kehidupannya sejak dalam masa kandungan. 
 
"Di masa ini, anak mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam berbagai aspek, yang menentukan kualitasnya di masa depan. Karena itu, pemerintah telah menetapkan stunting sebagai program prioritas yang perlu dicegah dan ditangani," tandasnya.
 
Hal senada dikatakan Camat Kecamatan Mapanget, Robert Dauhan S.STP. Dikatakannya, salah satu upaya pencegahan adalah dengan pemberian makanan yang sehat dan bergizi sebagai intervensi spesifik dengan langsung memberikan makanan yang bergizi kepada keluarga, terutama mulai dari para remaja, ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita.
 
"Kecamatan Mapanget telah melakukan salah satu inovasi yang sangat membantu keluarga dalam upaya pemenuhan gizi anggota keluarganya. Inovasi tersebut dikenal dengan nama Kobong Organik Peduli Stunting. Kebun ini berada di kelurahan Lapangan. Merupakan kebun hasil dari swadaya masyarakat," kata Dauhan. 
 
"Dari masyarakat dan untuk masyarakat kelurahan Lapangan. Dengan berbagai jenis sayur-sayuran bergizi dan rempah-rempah yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari. Sangat pas untuk membantu keluarga, terutama yang sangat membutuhkan makanan bergizi. Terutama vitamin dan mineral dan dapat membantu perekonomian keluarga karena bahan makanan tersebut gratis," sambungnya.
 
Lebih lanjut, untuk pemenuhan kebutuhan akan protein kecamatan Mapanget beserta beberapa kelurahan di Mapanget, telah juga dilaksanakan program bunda dan bapak asuh anak resiko stunting (B_AARS), di mana bapak dan bunda asuh ini sebagian besar terdiri dari para voluntir yang rela menyumbangkan bahan makanan kaya akan protein dan vitamin kepada keluarga yang memiliki anak-anak stunting beresiko stunting dan mereka akan menjadi bapak dan bunda asuh sampai anak-anak tersebut sembuh dari stunting dan tercapai kebutuhan gizinya.
 
"Inovasi yang sangat baik dan tepat sasaran ini telah berhasil membawa Kecamatan Mapanget, Kelurahan Lapangan, berhasil meraih juara satu pada lomba pilot project peduli stunting yang telah diselenggarakan oleh TP PKK Kota Manado, bekerja sama dengan Pemkot Tahun 2023," tandasnya. (Eka Egeten)



Sponsors

Sponsors