Pemdes Leleko Gelar Musdes Rembuk Stunting, Ini Yang Dibahas
Tondano, MX
Pemerintah Desa (Pemdes) Leleko Kecamatan Remboken, melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) Rembuk Stunting dan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2024, di kantor desa, Rabu (2/8/2023) siang tadi.
Rembuk Stunting merupakan salah satu rangkaian pramusyawarah desa untuk penyusunan RKPDes tahun depan. Juga menjadi amanat Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Desa, agar memprioritaskan penggunaan dana desa untuk pencegahan dan penanganan gizi buruk atau Stunting.
Kegaiatan ini, selain dihadiri Pemdes Leleko dan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD), juga menghadirkan pihak Kecamatan dari Camat Remboken, Victor Sengke, SE bersama ketua TP PKK Kecamatan dan Sekcam Drs Roland Kaunang.
Selain itu, hadir pula pendamping desa, pendamping Keluarga, kader Posyandu, Satgas Stunting Minahasa serta tokoh agama dan masyarakat.
Saat itu, Kumtua Desa Leleko Paula Kindangen, membuka kegiatan sekaligus menyampaikan selamat datang kepada masyarakat yang sudah meluangkan waktu hadir dalam Musdes Rembuk Stunting dan penyusunan RKPDes Tahun 2024 ini.
"Musdes Rembuk Stunting bertujuan untuk membahas pencegahan dan penanganan masalah kesehatan kepada anak Balita di Desa Leleko," ungkapnya.
Intinya, kata Paula, semua usulan pendamping desa, kader posyandu dan Satgas Stunting dalam musyawarah desa akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah guna dimasukan dalam RKPDes.
"Karena Rembuk Stunting tersebut, untuk mencegah gizi buruk anak Balita karena belum lama ini desa kami telah melaksanakan pemeriksaan terhadap anak Balita dan ibu hamil, guna mengantisipasi jangan sampai warga kita khusus anak-anak menderita Stunting," bebernya.
Sementara itu, Camat Remboken Victor sengke, SE dalam sambutannya menyampaikan Musdes soal Rembuk Stunting ini hanya menitikberatkan pada pencegahan, karena Bupati dan Wakil Bupati Minahasa selalu berupaya dan mengkampanyekan kepada masyarakat, supaya angka stunting di Minahasa menurunkan.
"Untuk itu, dari semau usulan warga terkait Stunting akan ditampung serta dimusyawarakan pemerintah desa. Selain itu, untuk mencegah Stunting akibat asupan gizi yang kurang, dapat kita lakukan dengan memenuhi kebutuhan gizi yang sesuai," ungkapnya.
Pencegahan Stunting, menurut Sengke, bisa dilakukan dengan memberikan anak gizi seimbang agar tubuhnya bisa bertambah tinggi dan perkembangan otak anak bagus.
"Cara lain, yakni melakukan aktivitas fisik seperti olah raga dan jangan biarkan anak tidur larut malam," pesannya. (Erwien Bojoh)



































