Gelar Pengucapan Syukur, Pua: Jangan Rubah Tradisi Turun-Temurun
Sonder, MX
Leilem Raya gelar Pengucapan Syukur. Masyarakat Desa Leilem Satu, Leilem Dua dan Leilem Tiga, Kecamatan Sonder, Desa Leilem, Kabupaten Minahasa, merayakan syukur atas hasil alam dan segala berkat yang diberikan Sang Khalik, Minggu (30/07).
Mereka bersyukur atas semua anugerah yang sepenuhnya Tuhan berikan, baik materi dari hasil alam, bahkan nafas kehidupan yang diberikan.
Perayaan Pengucapan Syukur ini sudah lama dilaksanakan secara turun-temurun, yang inti dasarnya mengucap syukur kepada Tuhan atas berkat yang Dia berikan.
"Terutama bagi kami masyarakat desa Leilem, yang dikenal dengan penghasil pengerjaan meubel. Di mana 99 persen warga desa Leilem menekuni bidang pekerjaan meubel," ucap Fendi Pua, Bendahara Pelprip GPDI Zaitun Leilem.
Ditambahkannya, dalam beberapa tahun yang lalu di masa pandemi Covid-19, mereka tidak bisa melaksanakan Pengucapan Syukur, apa lagi mengundang tamu yang berbeda wilayah dari mereka yang ada di desa Leilem.
"Bertepatan hari ini, kami warga desa Leilem sepakat menyelenggarakan pengucapan sendiri, yang biasanya sama-sama menyelenggarakan pengucapan dengan daerah lain yang ada di Minahasa," jelas Fendi.
Sebagian anak muda, ia mulai tertarik dengan pekerjaan dunia meubel, dan juga tidak mengurangi niatan dalam dunia pendidikan, bahkan lebih meningkatkan rasa ingin tahu dan terjun langsung dalam dunia UMKM. Sehingga menciptakan pola pikir anak SMK ini lebih tinggi dalam berbisnis.
"Sebenarnya perayaan ini akan diselenggarakan 30 September oleh instasi bahkan pemerintah, tetapi kami terutama pemerintah memberikan waktu untuk desa Leilem melaksanakan pengucapan syukur hari ini," terang Fendi.
Penyelenggaran Pengucapan Syukur ini, sudah menjadi kebiasaan masyarakat sejak lampau. Dia berharap tak ada yang merubahnya.
"Harapan ke depan kami selaku masyarakat, tentunya memberikan dampak yang signifikan untuk kekeluargaan, dan juga silaturahmi antar kerukunan, antar teman, kerabat dekat dan juga adanya kesatuan dari pemerintah. Di mana pemerintah juga harus mendengarkan masyarakat, begitu juga sebaliknya," tandasnya.(Reinhard Loris)



































