Selamat Jalan Kawan, Tugasmu Selesai Dengan Sempurna
Bait Duka Mengiring Berpulangnya Marchell Massie, Wartawan Harian Media Sulut
Catatan : Rio R. Rumagit
(Pemimpin Redaksi Harian Media Sulut)
Duka itu akhirnya datang menyapa. Setelah dirawat intensif selama sepekan di RSU Prof. Kandou Malalayang, Minggu (01/09/13) malam, rekan sekerja kami Marchell Massie akhirnya berpulang. Sebuah kehilangan besar. Asel bukan sekedar teman kerja. Ia adalah anggota keluarga kami. Keluarga besar Harian Media Sulut.
Saya sendiri menerima kabar itu dalam perjalanan. Sesaat sebelum tiba di rumah sakit, Minggu malam. "Tuhan sudah berkehendak lain Pemred," begitu penuturan partner kerja saya, Aldy Rorong, Wakil Pemimpin Redaksi Media Sulut, melalui telepon.
Kabar itu sempat membuat saya terperanjat. Namun kemudian menghela napas panjang sambil
menguatkan hati dan bersandar pada keikhlasan. Semua kita memang pasti akan tiba pada ujung yang sama. Hanya urusan waktu, tempat dan cara saja yang membedakannya.
Saya tiba di rumah sakit tak sampai setengah jam kemudian. Suasana di koridor bangsal perawatan Irine C tampak ramai malam itu. Banyak sahabat, sanak saudara, termasuk teman-teman komunitas wartawan Jurnalis Langowan dan rekan-rekan dari Media Sulut Group telah berada disana. Wajah-wajah itu memancarkan kesedihan mendalam.
Saya bergegas menuju ruang perawatan 213. Ruang berkapasitas empat tempat tidur itu juga tak kalah ramai. Namun suasananya lebih sendu. Isak tangis menyalak bersahut-sahutan dihadapan jasad Asel yang terbaring kaku tanpa nyawa. Persis di tempat tidur yang sama dimana tiga hari sebelumnya dia masih tersenyum saat menerima kunjungan kami bersama beberapa rekan dari Harian Media Sulut. Benar-benar pemandangan yang memancarkan pilu, menyayat hati.
Terasa sulit dipercaya. Tiga hari sebelumnya kami sempat bercengkrama. Saat-saat menyenangkan dimana harapan melihatnya segera pulih dan bergabung dengan tim kerja Media Sulut kembali membinar. Semua terasa akan baik-baik saja saat itu. Namun memang tak ada yang pernah tahu, bahkan tak ada yang pernah bisa menerka, kapan sang maut datang memagut. Sekarang Asel telah pergi, kembali pulang ke pangkuan Sang Pencipta, dan takkan kembali lagi.
Masa kebersamaan Asel dengan kami di Harian Media Sulut memang terbilang tak cukup lama. Belum dua puluh bulan sejak ia mulai merajut karir jurnalisnya di Harian Media Sulut pada 26 Januari 2012 silam. Asel sebelumnya adalah kader jurnalis situs berita 'Langowan dot com'. Binaan wartawan senior Sulawesi Utara, Harny Korompis.
Memulai sebagai kontributor wilayah Minahasa Tengah, Asel menjadi salah satu jurnalis paling potensial yang pernah dimiliki Media Sulut. Seorang wartawan yang tangguh. Nyaris tak pernah menyerah, tak mau patah semangat. Selain ihwal semangatnya, yang juga saya kagumi dari Asel adalah kesediaannya untuk meliput peristiwa apa pun. Tak ada urusan pilih-pilih. baik itu untuk liputan yang sifatnya prakarsa sendiri, ataupun yang ditugaskan oleh kantor.
Hanya berselang delapan bulan sebagai kontributor, almarhum diangkat sebagai Kepala Biro Minahasa Tenggara Harian Media Sulut. Dedikasi dan integritas dipadu ketrampilan meramu laporan peliputan membuatnya kemudian diangkat sebagai redaktur halaman Minahasa dan Mitra. Hanya berselang tiga bulan kemudian. Sebuah jejak karir yang cepat dan fenomenal.
Semangat dan tanggung-jawab senantiasa menebar dari pribadi Asel. Seorang jurnalis sejati, yang tak pernah mengeluh dan merasa lelah menjawab panggilan tugas. "Kelebihan sekaligus kekurangan Asel dalam melaksanakan tugas adalah tidak pernah berkata tidak," begitu ungkapan rekan kerja saya, Rikson Karundeng, Redaktur Pelaksana Harian Media Sulut.
Kepala batu. Idiom itu bagi saya jadi terjemahan sederhana ungkapan Rikson terhadap pribadi almarhum. Utamanya saat bicara tugasnya sebagai seorang jurnalis. Soal kerja Asel memang miskin kompromi. Masih saya ingat dengan jelas, beberapa pekan lalu, Asel tetap mengirim materi berita ke kantor walaupun sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Noongan. Itu tetap dilakukan walaupun saya dan teman-teman redaksi memintanya untuk fokus menjalani pengobatan.
Selain menonjol dalam kualitas kerja, Asel juga merupakan pribadi yang baik. Di rentang waktu singkat kebersamaannya dengan kru Harian Media Sulut, tak sekalipun almarhum melakukan hal-hal yang menyebabkan ketersinggungan dengan rekan kerja lainnya. Almarhum mencatat untaian kebaikan dalam lembar demi lembar kisah perjalanan karirnya bersama Harian Media Sulut.
Cerita kebersamaan itu akhirnya selesai. Takkan lagi ada Asel di hari-hari kami selanjutnya. Kami pasti akan merindukan kata 'syaloom' darimu. Seperti yang selalu kau ucapkan dalam setiap perjumpaan di ruang redaksi. Kami pasti akan merindukan senyumanmu. Senyum khas yang selalu menebar kebahagiaan dan ketenangan. Kami pasti akan merindukan berita-berita yang kau tulis dengan berani, terus-terang, dan apa adanya. Selamat jalan kawan, tugasmu sudah selesai dengan sempurna. Sampai berjumpa di Firdaus yang kekal. Kau akan selalu menjadi bagian dalam kenangan kami. Keluarga besar Harian Media Sulut. (***)
Foto : Alm. Marchell Massie.



































