BTM Al-Ikhlas Kotabunan Peringati Isra Miraj 1444 Hijriah
Kotabunan, MX
Badan Takmirul Masjid (BTM) Al-Ikhlas Kotabunan, bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Kotabunan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Karang Taruna DKI Kotabunan, memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam (SAW) 27 Rajab 1444 Hirjriah, Sabtu (18/2).
Agenda yang dihelat di Masjid Al-Ikhlas Kotabunan itu bertajuk “Dengan Isra Miraj Kita Tingkatkan Kualitas Iman dan Takwa, Beribadah Kepada Allah subhanahu wa taala, serta Semangat Untuk Menguatkan Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah dan Ukhuwah Insaniyah”.
Pada kesempatan itu, Ustadz Abdul Rahman Modeong selaku penceramah mengucapkan syukur karena pada malam itu mereka masih sempat memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.
“Isra Miraj itu tidak harus tepat waktunya, tapi dari bermacam riwayat pendapat bahwa ada yang mengatakan terjadi di bulan ramadan, ada juga yang mengatakan terjadi di bulan rabiul awal. Namun yang populer di tengah-tengah kita, itu terjadi di bulan rajab tepatnya pada tanggal 27 rajab. Intinya bagaimana kita meneladani peristiwa yang terjadi pada diri Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam,” ujar Modeong.
Pengurus yayasan Pondok Pesantren Miftahul Khoir Tebuireng VII Buyat ini menuturkan, peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW merupakan mukjizat.
“Mukjizat itu mengalahkan argumen orang yang tidak setuju dengan mukjizat itu. Makanya dulu di zaman Nabi, Abu Jahal, Abu Lahab dan Abu-Abu lainnya, itu tidak setuju dengan peristiwa Isra Miraj. Makanya hari ini kalau ada orang yang tidak setuju dengan peristiwa Isra Miraj itu, maka dia sama dengan Abu Jahal,” tegasnya.
Ustadz Abdul Rahman Modeong mengungkapkan, perjalanan dari Masjidil Haram menuju Masjidil Al-Aqsa itu harus ditempuh dengan waktu empat puluh hari empat puluh malam, namun dengan menggunakan kuda yang paling cepat Rasulullah bisa tempuh dengan setengah malam.
“Di dalam beberapa riwayat bahwa peristiwa itu di antara Salat Isya kemudian didatangi Malaikat Jibril dan kembali lagi sebelum Salat Subuh. Makanya peristiwa itu logis, peristiwa yang tidak masuk akal. Namun harus kita yakini bahwa peristiwa ini di sekenario oleh Allah subhanahu wa taala,” tandasnya.
Diketahui, agenda tersebut menghadirkan grup Marawis dari Pondok Pesantren Miftahul Khoir Tebuireng VII Buyat.
Turut hadir pada kegiatan ini juga, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Boltim Kusdi Ismail, Camat Kotabunan Idrus Paputungan, Pemdes Kotabunan, Ketua Karang Taruna DKI Kotabunan Sunadio Jubair, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, Imam Masjid Al-Ikhlas Kotabunan Muhlis Noyo serta para jemaah di Masjid tersebut. (Gazali Ligawa)



































