Dianugerahi Gelar Adat, Sachrul: Ini Sebuah Prestasi Kita Semua
Tutuyan, MX
Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sam Sachrul Mamonto S.Sos., M.Si., dianugerahi gelar adat Kolano Ki Sinungkudan Tule Molantud In Ta Mokotareangkum (Yang Serba Bisa-red) oleh dewan adat se-Bolaang Mongondow Raya (BMR).
Pemberian gelar adat ini dihelat di halaman rumah dinas (rudis) bupati, Jumat (10/2).
(2).jpeg)
Pada kesempatan itu, Bupati Sachrul mengatakan, penganugerahan gelar adat tersebut bukan sekedar seremoni tetapi menyangkut arti yang sangat mendalam.
“Apabila seorang yang mendapat gelar kemudian dia tidak mampu melaksanakan sesuai dengan gelar tersebut, makan akan sia-sia pemberian gelar yang diberikan kepadanya. Insya Allah, Allah akan memampukan saya sebagai umatnya yang paling rendah untuk bisa mengemban gelar yang diberikan kepada saya,” ucap Mamonto.
“Sang Petarung” menyebutkan, hari itu dirinya merasa bangga karena telah dianugerahi gelar adat oleh Empat Eks Swapraja yang ada di BMR. Di antaranya, Kaidipang, Bolango, Bintauna dan Bolmong.
.jpeg)
“Saya berterima kasih, mudah-mudahan apa yang sudah disempatkan kepada saya bisa saya emban dengan sebaik-baiknya. Kita harus terus menjaga budaya karena budaya adalah warisan dari leluhur kita, warisan dari nenek moyang kita,” terangnya.
Pucuk pimpinan Timur Totabuan ini menuturkan, bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan terkenal dengan budayanya. Ada enam ribu tiga ratus pulau dengan di isi oleh tiga ribu enam ratus suku dan budaya di dalamnya, salah satu adalah adat Bolaang Mongondow.
“Sebagai orang Bolaang Mongondow Timur, saya tidak hanya mengekspos budaya orang Boltim. Tadi saya lihat ada busana Minahasa yang berdiri menjemput saya, ada yang berbusana Sangihe, ada juga berbusana Jawa. Itu adalah bentuk penghormatan saya terhadap adat kita di Bolaang Mongondow Timur,” kata Sachrul.

Bupati menyampaikan, semua gelar tersebut tidak akan membuat dirinya menjadi bangga, tetapi dirinya harus bisa menjadi apa yang telah diberikan oleh tokoh-tokoh adat, bukan hanya di Bolaang Mongondow tapi di Nusantara.
“Ini adalah sebuah prestasi kita semua, termasuk orang Bolaang Mongondow Timur yang begitu membantu saya dalam melaksanakan festival budaya di Bolaang Mongondow Timur,” tandasnya. (Gazali Ligawa)



































