Ivan : Pelestarian Danau Tondano Butuh Peran Aktif Masyarakat


Tondano, ME

Pemandangan Danau Tondano, di Kabupaten Minahasa, semakin hari kondisinya semakin memprihatinkan. Danau yang memiliki luas kurang lebih 4.278 ha tersebut, kini terlihat dipadati dengan gulma air atau eceng gondok. Akibatnya, lingkungan danau terancam punah, seperti debit air Danau Tondano yang makin berkurang sehingga populasi ikan sulit berkembang dan banyak ikan yang mati.

 

Pemerintah sendiri sudah melakukan berbagai upaya guna menyelamatkan lingkungan danau ini dari kepunahan. Namun begitu, belum ada hasil maksimal yang berhasil dilakukan, buktinya hingga kini populasi eceng gondok semakin bertambah.

 

Wakil Bupati Minahasa, Ivan Sarundajang, mengatakan, masa pemerintahannya bersama Bupati Drs Jantje W Sajow Msi, akan mengerahkan segenap upaya untuk membersihkan danau Tondano dari gulma air tersebut. Bahkan dikatakannya, dari Pemerintah Kabupaten dan juga Pemerintah Provinsi, telah menganggarkan dana dalam APBD, masing-masing sebesar Rp 1 Miliar untuk membasmi eceng gondok di danau Tondano ini.

 

“Pelestarian danau Tondano adalah merupakan salah satu tujuan utama dari kabinet JWS-Ivansa, dan dengan dukungan penuh dari masyarakat, eceng gondok pasti bisa dibersihkan dari danau Tondano,” ujar Ivan.

 

Diakuinya, untuk dapat melakukan hal tersebut, perlu pemikiran dan langkah bersama dalam upaya melestarikan lingkungan danau. Langkah itu sangat penting karena jika lingkungan rusak, masyarakat sendiri  akan merasakan dampaknya. Untuk itu dia sangat berharap warga masyarakat dapat berperan serta bersama pemerintah untuk dapat melestarikan danau kebangaan warga Minahasa ini.

 

"Menjaga kelestarian lingkungan danau Tondano merupakan kewajiban kita bersama, dan saya yakin, jika pelestarian ini dilakukan pemerintah dan didukung peran aktif masyarakat, bersama pasti kita bisa menjaga kelestarian lingkungan danau yang kita cintai ini," pungkasnya. (Jeksen Kewas)



Foto : Wakil Bupati Minahasa, Ivan Sarundajang



Sponsors

Sponsors