Kolaborasi BPJS Kesehatan-Unima, Warga Kian Paham Program JKN
Tondano, MX
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus berupaya berkolaborasi dengan berbagai kalangan, termasuk dengan pihak perguruan tinggi. Hal ini demi mengoptimalkan pemberian informasi seputar Program JKN kepada masyarakat.
Upaya itu diwujudkan dalam pelaksanaan kegiatan pemberian informasi bersama oleh BPJS Kesehatan Cabang Tondano dan mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Manado (Unima) kepada perangkat desa dan masyarakat di Desa Leilem Tiga, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa Senin (21/11).
Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Tondano, Ajat Jakaria menyampaikan, kolaborasi pemberian informasi secara langsung penting dilakukan untuk memastikan masyarakat mengetahui berbagai kemudahan yang ada dalam Program JKN, salah satunya terkait manfaat Aplikasi Mobile JKN.
“Bentuk kolaborasi dengan mahasiswa KKN Unima ini memiliki tujuan bersama dalam meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Leilem Tiga terkait JKN. Saat ini adalah era di mana semuanya serba digital ini, sehingga Aplikasi Mobile JKN patut untuk diketahui oleh semua masyarakat demi kemudahan masyarakat,” kata Ajat.
Lebih lanjut Ajat menjelaskan, Aplikasi Mobile JKN memiliki banyak fitur yang dapat di akses oleh masyarakat dari manapun dan kapanpun. Masyarakat dapat dengan mudah melakukan perubahan data, perubahan fasilitas kesehatan (faskes), berkonsultasi dengan dokter dan lain
sebagainya.
“Masyarakat yang telah menjadi peserta JKN juga dapat mengambil antrean secara online ketika membutuhkan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Hal ini tentunya akan sangat membantu masyaraakat dalam mengakses informasi dan pelayanan kesehatan,” jelas Ajat.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Leilem Tiga, Johnly S. Tamuntuan turut mengapresisasi kolaborasi antara BPJS Kesehatan bersama mahasiswa KKN Unima dalam pemberian informasi terkait Program JKN, khususnya terkait penggunaan Aplikasi Mobile JKN.
“Selain mendapatkan banyak informasi dan pengetahuan terkait Program JKN, masyarakat juga dapat lebih mengenal Aplikasi Mobile JKN. Tentunya aplikasi tersebut akan sangat bermanfaat di era digital saat ini,” ujar Johly.
Johnly juga mengungkapkan, saat ini memang masih banyak masyarakat di desanya yang belum sepenuhnya paham terkait alur pelayanan, kanal pembayaran, serta informasi lainnya terkait Program JKN. Menurutnya, dengan adanya sosialisasi ini telah membuat masyarakatnya semakin paham akan akan Program JKN.
“Kegiatan ini membuat masyarakat semakin paham. Dengan Aplikasi Mobile JKN, masyarakat tidak perlu menempuh jarak yang lumayan jauh untuk datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan demi mendapatkan layanan administrasi JKN,” pungkas Johnly. (Baim)



































