MHF 2022, Bupati Sachrul Sebut Boltim Menyimpan Berbagai Kekayaan


Dorongan Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto S.Sos., M.Si., kepada publik untuk merawat budaya di Negeri Para Bogani Timur Totabuan terus menghilir. Ajakan tersebut dilontarkan pimpinan eksekutif Boltim ini, saat menghadiri kegiatan Mooat Horti and Culture Festival (MHF) yang digelar di Lapangan Olahraga Desa Guaan, Kecamatan Mooat, Sabtu (8/10).

Pada kesempatan itu, Bupati Sachrul menuturkan, budaya merupakan kekayaan sebuah warisan sejarah yang harus terus di lestarikan turun-temurun karena budaya menjadi alat perekat sebuah bangsa.

“Budayalah yang merekatkan bangsa ini kemudian akhirnya dipatenkan melalui burung garuda. Ada tulisan bhinneka tunggal ika, berbeda-beda tapi kita tetap satu akhirnya negara menjadikan itu sebagai simbol yang harus kita hormati, patuhi dan dijadikan ideologi sebuah bangsa. Ini sebuah kekayaan indonesia,” ujar Mamonto.

Disebutkan bupati, kalau mereka membaca singkat sejarah, Indonesia itu terdiri dari 7.508 kepulauan pulau-pulau kecil yang tersebar di seluruh daratan Indonesia dan dihuni oleh 360 suku dan bangsa termasuk Minahasa, betapa beragamnya Indonesia dan hari itu mereka melihat sebuah keindahan dan keberagaman di Bolaang Mongondow Timur.

“Pemerintah kecamatan, pemerintah desa bersama seluruh stakeholder, seluruh pemimpin, seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama terlibat dalam acara horti and culture. Horti artinya kekayaan atau hasil bumi yang melimpah, culture adalah sebuah budaya yang diturunkan menjadi warisan leluhur. Merawat budaya adalah kewajiban kita semua,” ucapnya.

“Sang Petarung” mengatakan, festival horti and culture di Kecamatan Mooat tersebut telah mempromosikan destinasi dan itu membawah dampak positif.

“Ini sebuah kebanggaan bagi kita khsusus masyarakat Kecamatan Mooat dan semua yang hadir di tempat ini bawasannya Boltim menyimpan berbagai kekayaan, Boltim menyimpan berbagai daya tarik terutama alamnya,” kata Sachrul.

Bupati memberitahu, sebagai orang Boltim dirinya tetap cinta terhadap daerah Mooat, bahkan tanpa diketahui oleh masyarakat di hari yang kosong dirinya membawah sang istri tercinta untuk menikmati pemandangan danau Mooat, padahal dirinya adalah orang Boltim.

“Saya ingin memberikan pesan kepada masyarakat Mooat bahwa peraturan itu harus di atas segalah-galahnya. Kepentingan-kepentingan boleh berbeda tapi ada satu yang harus kita rawat dan jaga, membangun daerah kita untuk menuju lebih baik untuk meninggalkan kepada anak cucu kita,” tandasnya.

Diketahui, pada kegiatan ini Bupati Sam Sachrul Mamonto yang didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Boltim Seska Ervina Budiman, disambut dengan Tari Kebesaran Minahasa serta menampilkan karnaval hasil pertanian warga dan parade drum band. (Gazali Ligawa)

 



Sponsors

Sponsors